Maret 3, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Ada empat tingkatan ereksi atau kekerasan penis. Menurut pendidik seks Febrizky Yahya, setiap tingkat ereksi bisa diibaratkan tekstur yang berbeda.

Pada tiga tingkat pertama, penis yang tidak cukup keras dianggap mengalami disfungsi ereksi. Sedangkan pada tingkat keempat tergolong lonceng biasa.

“(Tingkat) pertama itu seperti tahu kalau lihat penis laki-laki Anda, seperti tahu bentuknya, lalu disfungsinya parah sekali, parah, paling parah,” kata Febri dalam buku Edumedy yang dianggap Self. Hubungan. di Jakarta Selatan pada hari Sabtu 2023 2 Desember

Disfungsi ereksi derajat dua menyebabkan penis menjadi ereksi seperti pisang yang dikupas.

“Cukup lembut, tapi tidak selembut tahu.”

Sedangkan pada tingkat ketiga, pria biasanya tidak menyadari bahwa dirinya mengalami disfungsi ereksi sehingga tidak berobat. Disfungsi ereksi level 3 diibaratkan seperti tekstur pisang yang tidak dikupas.

“Pada tingkat ketiga cukup sulit (ereksi), bisa membuat anak senang, tapi tidak bisa menyenangkan.

Sedangkan ereksi pada tingkat keempat diibaratkan seperti mentimun. Ereksi yang sekeras mentimun dianggap sebagai ereksi normal.

“Ereksinya sempurna untuk menyuburkan dan juga enak, kriterianya timunnya,” jelas Febri.

Febri sebelumnya mendefinisikan disfungsi ereksi sebagai ketidakmampuan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual secara terus-menerus dan berulang.

Prevalensi disfungsi ereksi di Indonesia relatif tinggi yaitu 35,6 persen, dan angka prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia.

“Insidennya sangat tinggi di Indonesia, sepertiga pria Indonesia mengalami disfungsi ereksi.

Sayangnya, hanya 50 persen pria yang menyadari tanda dan gejala disfungsi ereksi.

“Padahal 50 persen tahu, tapi tidak berobat, merasa malu dan bangga, padahal pasti bisa diobati.”

Disfungsi ereksi adalah jenis disfungsi seksual yang paling umum terjadi pada pria, namun sebagian besar kasus tidak terdiagnosis dan tidak diobati.

Selain disfungsi ereksi, masalah seksual lain yang kerap dihadapi pria adalah ejakulasi dini. Kondisi ini terbagi menjadi dua bagian yakni ejakulasi dini primer dan sekunder.

Ejakulasi dini primer adalah suatu kondisi yang muncul sejak lahir. Sedangkan pada ejakulasi dini sekunder, kondisinya datang secara tiba-tiba, meski aktivitas seksual biasanya normal.

“Pada penderita ejakulasi dini bawaan, air mani dikeluarkan satu menit setelah masuk ke dalam vagina. Namun bagi orang yang biasanya membutuhkan waktu lama lalu turun menjadi dua menit, hal ini juga dianggap sebagai ejakulasi dini.

Mirip dengan disfungsi ereksi, ejakulasi dini juga dialami oleh sepertiga pria di Indonesia.

Tak hanya pria, wanita juga bisa mengalami disfungsi seksual. Salah satu kelainan seksual yang bisa dialami wanita adalah dispareunia.

Dispareunia adalah nyeri yang berulang dan terus-menerus selama, selama, atau setelah berhubungan seksual.

“Sakit saat penetrasi, namanya dispareunia, sakit seperti apa, enak, lalu tiba-tiba sakit, tidak normal, hentikan. “Bisa sakit terus, dua bulan sakit, langsung ke dokter, menurutku itu tidak normal.”

“Bilang seperti, ‘Misalnya kalau malam pertama pernikahan itu sakit, itu wajar,’ itu tidak normal, teman-teman. “Secara medis tidak ada nyeri yang normal, termasuk nyeri saat penetrasi,” kata Febri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *