Maret 3, 2024

kabarbin.com Tekno – Pasukan darat Tentara Pembebasan Rakyat telah mengerahkan drone tempur pertama mereka, sebuah langkah yang menurut para pengamat akan memperkuat kemampuan operasional pasukan tersebut.

KVD002 adalah model pesawat pengintai tak berawak pertama milik militer PLA. Kendaraan ini mempunyai kapasitas yang baik, mudah dioperasikan dan dirawat serta kemampuan serbaguna.

Menurut deskripsi perangkat militer, drone tersebut mampu melakukan pengintaian jangka panjang di area luas atau target tertentu dan melakukan serangan presisi terhadap target musuh seperti senjata antipesawat, kendaraan lapis baja, dan benteng.

“Drone dapat bekerja dengan helikopter dalam operasi tempur. Drone ini dapat memberikan pengintaian di medan perang dan dukungan tembakan kepada unit helikopter dan dapat memandu helikopter serang ke sasaran mereka,” kata mereka, seraya menambahkan bahwa model tersebut dapat melakukan naik dan turun dalam waktu singkat. waktu

Pesawat ini memiliki dua rudal permukaan-ke-udara AR-1 di bawah sayapnya dan membawa peralatan pengawasan di bawah badan utamanya, demikian dilansir China Daily, Jumat, 22 September 2023.

Pihak militer tidak mengungkapkan pengembang KVD002. Namun, para pengamat mengatakan bahwa berdasarkan konfigurasi dan rudal AR-1, drone tersebut memang didasarkan pada Caihong-4, atau CH-4, pesawat tempur tak berawak terlaris Tiongkok di pasar internasional.

CH-4 dikembangkan oleh China Academy of Aerospace Aerodynamics di Beijing, yang merupakan cabang dari China Aerospace Science and Technology Corp.

Akademisi adalah salah satu eksportir utama pesawat militer Tiongkok. Menurut statistik akademi, CH-4 telah dijual ke lebih dari 10 negara, menjadikannya drone tempur paling populer yang pernah diekspor oleh negara-negara tersebut.

Informasi akademi menunjukkan bahwa model CH-4 dapat bertahan di udara selama 30 jam dalam sekali operasi. Kecepatan maksimumnya adalah 230 kilometer per jam. Namun biasanya bekerja pada kecepatan 150 hingga 180 kilometer per jam.

Pesawat ini memiliki berat lepas landas maksimum 1,33 ton dan dapat membawa sekitar 350 kg senjata dan peralatan, termasuk rudal, bom, radar, kamera, dan kargo sipil.

Drone tersebut telah mengumpulkan lebih dari 20.000 jam terbang di seluruh dunia, kata akademi tersebut.

Wang Yanan, pemimpin redaksi majalah Aerospace Knowledge, mengatakan drone tempur canggih dapat sangat membantu militer karena mereka dapat berada di wilayah sasaran dalam jangka waktu lama untuk melakukan pengintaian, serangan, dan penilaian kerusakan.

Mengerahkan kendaraan semacam itu dapat menghemat banyak peralatan dan pasukan yang dibutuhkan perwira garis depan untuk menembus garis musuh untuk melakukan misi yang sama. Jokowi Bandingkan Pembangunan Tol dan Bendungan di Indonesia dengan China-Korea China-Korea Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembangunan jalan tol di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan China dan Korea. kabarbin.com.co.id 4 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *