Maret 3, 2024

Penelitian menunjukkan bahwa fenomena kekeringan dan panas ekstrem kemungkinan besar akan terjadi terus menerus dan lebih awal dari perkiraan sebelumnya di benua Eropa.

Menurut Wion News, Senin (12/4/2023), artikel penelitian yang dimuat di jurnal Communications Earth & Environment memperkirakan ada lebih dari 10 persen kemungkinan benua Eropa akan mengalami krisis panas dan kekeringan ekstrem dalam dua tahun. tahun berturut-turut.

“Di Eropa dan seluruh dunia, tingkat risiko terhadap sistem pangan, fungsi ekosistem, dan kesehatan manusia meningkat secara signifikan akibat kenaikan suhu,” kata profesor senior pertanian dan sistem pangan di Universitas Edinburgh, Dr. Pedro Alexander

Hal ini diperkirakan terjadi antara tahun 2050 dan 2075, lebih awal dari perkiraan pada akhir abad ke-21.

Sementara itu, studi tersebut juga memperkirakan kemungkinan terjadinya kekeringan parah, dengan panas ekstrem diperkirakan akan melanda Eropa selama lima tahun berturut-turut.

Akibat perubahan iklim, kejadian cuaca ekstrem seperti kekeringan, gelombang panas, banjir, dan kebakaran diperkirakan akan lebih sering terjadi sehingga menyebabkan kerusakan sosial-ekonomi yang besar.

Sementara itu, gelombang panas dan kekeringan akibat perubahan iklim memberikan dampak besar bagi para petani di Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *