Februari 26, 2024

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi menggabungkan 13 anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III menjadi dua subholding yakni PalmCo dan SupportingCo. Penggabungan ini merupakan implementasi Program Strategis Nasional (NSP) yang bertujuan untuk mencapai kemandirian khususnya di bidang ketahanan pangan dan energi.

Subholding PalmCo merupakan penggabungan VI dan KSIII menjadi PTPN IV sebagai entitas yang menerima penggabungan dan pemisahan tidak murni PTPN III menjadi PTPN IV. Sedangkan Subholding SupportingCo dibentuk dengan menggabungkan PTPN II, VII, VIII, IKS, KS, KSI, KSII dan KSIV menjadi PTPN I.

“Tentunya setelah penandatanganan ini, akan ada integrasi sistem, sumber daya manusia, bisnis, keuangan, dan lain-lain, yang coba kita selesaikan dalam waktu enam bulan. Dan setelah itu, kita harus kembali fokus pada tugas kita,” kata wakil menteri. Badan Usaha Milik Negara Kartika Virjoatmodjo, dikutip Minggu (12/03/2023).

PalmCo, kata dia, diharapkan menjadi perusahaan kelapa sawit terbesar di dunia dari segi luas lahan, mencapai lebih dari 600.000 hektar pada tahun 2026, dan menjadi pemain utama dalam industri kelapa sawit global. PTPN diyakini dapat berkontribusi meningkatkan produksi CPO dan minyak nabati dalam negeri. PTPN memperkirakan produksi minyak nabati akan meningkat dari 460.000 ton per tahun pada tahun 2021 menjadi 1,8 juta ton per tahun pada tahun 2026.

Sedangkan SupportingCo akan menjadi perusahaan pengelola aset perkebunan yang meliputi kegiatan pemanfaatan aset perkebunan melalui optimalisasi aset dan penjualan aset, pengelolaan tanaman perkebunan, diversifikasi usaha lainnya, serta bisnis lingkungan hidup yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Penggabungan grup PTPN, kata dia, merupakan salah satu skema yang dilakukan Kementerian Perekonomian Badan Usaha Milik Negara. Salah satu tujuannya adalah efisiensi dan peningkatan berbagai indikator keuangan dan operasional perusahaan. Aksi korporasi PTPN Group, lanjutnya, merupakan representasi transformasi menyeluruh, termasuk transformasi dari sisi sumber daya manusia.

Kartika juga menuturkan, para pekerja, khususnya kaum milenial, dapat menjadi pemain yang dapat diandalkan dalam pengelolaan perusahaan kelapa sawit di masa depan. “Makanya saya ingin transformasi di pihak masyarakat benar-benar terlihat.” “Bagaimana transformasi ini bisa menjadikan PalmCo sebagai perusahaan kelapa sawit yang terdepan, tidak hanya dari sisi pertanian, tapi juga off-farm agar mampu menciptakan nilai dari aktivitasnya, termasuk energi terbarukan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *