Februari 27, 2024

JAKARTA – Stroke mempunyai istilah “waktu adalah otak” dan “golden hour”. Dokter Spesialis Saraf RS Siloam TB Simatupang, Dr. Peter Gunawan Ng, Sp.S, menjelaskan, “Waktu adalah otak, menunjukkan konsep bahwa pengobatan stroke lebih dini akan memberikan hasil yang lebih baik.” Berdasarkan Saver (2006), sekitar 1 menit hilang selama stroke,9 juta saraf. sel yang rusak. Artinya, sejumlah besar kerusakan dapat dikurangi melalui pemrosesan yang cepat.

Istilah “golden hour” kini juga dikenal dalam pengobatan stroke tersumbat, dimana terapi trombolitik dapat diberikan dalam waktu 4,5 jam setelah timbulnya gejala stroke. Perawatan medis yang cepat dan tepat pada masa ini dapat memaksimalkan peluang kesembuhan pasien.

Rumah Sakit Siloam TB Simatupang telah mengembangkan konsep inovatif Rumah Sakit Siap Stroke untuk meninjau dan meningkatkan layanan bagi pasien stroke. Dr Peter mengatakan bahwa sebagai bagian dari konsep Rumah Sakit Siap Stroke, beberapa langkah telah dilakukan:

1. Fase pra-rumah sakit: Fase ini dimulai ketika ambulans yang dilengkapi tenaga medis membawa pasien ke lokasi kecelakaan. Pada tahap ini, informasi anamnesis dicatat dan kondisi pasien stabil sejak masuk rumah sakit.

2. Fase Rumah Sakit: Setibanya di rumah sakit, dokter gawat darurat mengevaluasi dan mendiagnosis jenis stroke dan menawarkan pengobatan yang tepat. Pada keadaan obstruksi pembuluh darah yang masih dalam masa “golden hour” yaitu. H. kurang dari 4,5 jam setelah timbulnya gejala vaskular, persiapan segera dilakukan untuk trombolisis.

Penilaian kesesuaian trombolisis didasarkan pada protokol trombolisis yang berlaku saat ini di RS Siloam TB Simatupang. Namun jika pasien mengalami stroke hemoragik, konsultasi langsung dengan dokter spesialis bedah saraf dilakukan untuk memastikan indikasi pembedahan.

Langkah Perawatan 3: Pasien kemudian dikirim ke ruang perawatan. Dalam hal ini, RS TB Siloam Simatupang dilengkapi dengan fasilitas unit stroke yang dirancang khusus dengan tenaga medis yang mumpuni dan berpengalaman serta peralatan medis yang memadai.

4. Fase pasca rumah sakit: Setelah kurang lebih 1-3 bulan stabilisasi dan perawatan rawat jalan, layanan perawatan di rumah tersedia untuk perawatan dan pengobatan pasien.

Apa bedanya rumah sakit Siap Stroke dengan rumah sakit biasa? Beberapa perbedaan penanganan pasien stroke di rumah sakit biasa dengan rumah sakit Siap Stroke adalah:

1. Tim Medis Terlatih: Rumah Sakit Siap Stroke memiliki tim medis yang terlatih khusus untuk menangani stroke. Mereka dilatih untuk mengenali tanda dan gejala stroke dengan cepat, melakukan penilaian cepat, dan memulai pengobatan yang tepat sesuai dengan protokol yang ditetapkan. 2 (dua) kali kursus penyegaran ditawarkan dan diselenggarakan bagi tenaga kesehatan selama satu tahun. Perawat unit stroke RS Siloam TB Simatupang telah dilatih mengenai bantuan hidup stroke untuk mempersiapkan prosedur pengobatan stroke.

2. Sarana dan Peralatan Medis: Rumah Sakit Siap Stroke dilengkapi dengan teknologi medis terkini dan peralatan khusus yang diperlukan untuk pengobatan dan diagnosis stroke seperti: B. CT, MRI, CT Angiografi, MR Angiografi, Cerebral Angiography dan Carotid Dopper dan Recording TCD, ekokardiografi transthoracic dan transesophageal dan EKG Holter.

3. Protokol Pengobatan Stroke: Rumah Sakit Siap Stroke mempunyai protokol pengobatan yang dirancang khusus untuk pasien stroke. Protokol ini menguraikan langkah-langkah yang harus diikuti untuk penilaian cepat, diagnosis, dan pengobatan segera. Hal ini membantu mengurangi waktu respons dan memastikan pengobatan yang efektif bagi pasien.

4. Siaga 24 Jam: Rumah Sakit Siap Stroke siap melayani pasien stroke selama 24 jam. Pada dasarnya, ketika pasien datang ke RS Siloam TB Simatupang dengan gejala stroke, maka petugas medis menunggu untuk merawat pasien tersebut.

5. Pelayanan Pasca Stroke: Pelayanan stroke tidak berakhir setelah pasien keluar dari rumah sakit, namun dilanjutkan dengan rawat jalan atau di rumah bagi pasien home care Siloam. Grup Rumah Sakit Siloam memiliki Siloam at Home yang dirancang untuk perawatan di rumah setelah rawat inap, termasuk untuk pasien stroke. Layanan tersebut meliputi, namun tidak terbatas pada, perawatan lanjutan oleh staf medis di Rumah Sakit TB Siloam Simatupang, terapi fisik lanjutan di rumah, dan pemeriksaan laboratorium.

Selain itu, Dr. Peter juga memberikan beberapa tips agar orang awam bisa segera mengenali tanda-tanda stroke. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gejala stroke, slogan “BE FAST” telah dipopulerkan di banyak negara. BE FAST singkatan dari:

B: Keseimbangan – Adakah yang mengalami masalah keseimbangan? E: Mata – apakah ada yang bisa melihat? Q: Wajah – Apakah salah satu sisi wajah terlihat bengkok atau ada bagian wajah yang sulit digerakkan? Jawab: Lengan – Apakah ada yang mengalami kelumpuhan pada lengannya? Q: Bahasa – Apakah ada yang mempunyai gangguan bahasa? Pertanyaan: Waktu – Waktu itu penting. Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, segera dapatkan perawatan darurat. Siloam Hospital Group memiliki nomor darurat untuk menghubungi ambulans dan layanan darurat, yaitu 1-500-911. Israel menyerang Rumah Sakit Kamal Advan sementara ribuan warga sipil mencari perlindungan dari rumah sakit tersebut. Rumah sakit Kamal Advan di kota Jabaliya, Gaza utara, hancur setelah Israel menyerang daerah tersebut. Selain itu, akibat penyerangan tersebut, 4 warga sipil tewas, dan 9 lainnya luka-luka. kabarbin.com.co.id 4 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *