Februari 28, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga jasa keuangan untuk terus memantau potensi risiko, termasuk melakukan uji ketahanan terhadap volatilitas pasar, permodalan, dan likuiditas, serta menerapkan strategi pengurangan risiko untuk menjaga ketahanan. .

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Serigar menjelaskan permintaan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan menopang pertumbuhan ekonomi di tengah masih tingginya ketegangan geopolitik global, serta ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. lebih lama dan lebih lama. Fluktuasi harga bahan baku pangan yang dapat mempengaruhi perekonomian dan sektor keuangan.

“Sehingga sektor jasa keuangan dapat tetap stabil dan berkontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional,” kata Mahindra pada RDK virtual bulanan November 2023, Senin (12/4/2023).

Selain itu, Mahindra melaporkan bahwa sektor jasa keuangan dalam negeri masih kuat, didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai.

“Sektor jasa keuangan tetap stabil, didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, sehingga dinilai mampu menahan berlanjutnya perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan meningkatnya tingkat ketidakpastian global,” ujarnya.

Selain itu, Mahindra menyoroti pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Pada triwulan III tahun 2023, laju pertumbuhan PDB tercatat sebesar 4,94% per tahun.

“Hal ini didukung oleh tingginya pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi konstruksi,” ujarnya.

Di sisi lain, tingkat inflasi juga rendah yaitu 2,56% per tahun. Sementara itu, ekspor terus mengalami kontraksi sebesar 4,26 persen per tahun atau kurang.

“Secara keseluruhan, indikator tambahan perekonomian nasional masih cukup positif dibuktikan dengan membaiknya neraca perdagangan, meningkatnya konsumsi semen dalam negeri, dan PMI manufaktur yang luas,” tutupnya.

Sebelumnya, S&P Global merilis data Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia menguat ke level 51,7 pada November 2023. Dibandingkan posisi Oktober 2023 yang sebesar 51,5, PMI manufaktur Indonesia meningkat sebesar 0,2 poin.

Realisasi data PMI manufaktur Indonesia bulan November 2023 menunjukkan aktivitas industri manufaktur tanah air semakin aktif meski tekanan perekonomian global berfluktuasi, jelas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasmita.

Berdasarkan data PMI, ekspansi sektor manufaktur Indonesia akan terus berlanjut hingga kuartal keempat tahun 2023. Peningkatan produksi ditopang oleh peningkatan pesanan baru dan peningkatan jumlah tenaga kerja. Memenuhi permintaan baru meningkatkan aktivitas pembelian perusahaan manufaktur.

Perusahaan juga secara umum optimis bahwa produksi akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, di tengah ekspektasi kondisi pasar yang lebih kuat dan harga yang lebih stabil.

“Kinerja sektor industri manufaktur dalam negeri masih dalam tahap ekspansi pada akhir tahun 2023, meskipun mendapat tekanan dari kondisi perekonomian global.” Artinya, pencapaian positif ini (PMI Manufaktur Indonesia) terus berlanjut selama 27 bulan berturut-turut. kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/2/2023).

PMI manufaktur Indonesia mulai membaik pada November 2023 karena pertumbuhan output yang lebih cepat dibandingkan dua bulan sebelumnya. Peningkatan volume produksi juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Selain itu didukung dengan kegiatan industri dalam rangka persiapan akhir tahun, termasuk Natal dan Tahun Baru.

“Hal ini juga menandakan bahwa tingkat kepercayaan diri para pelaku industri kita masih tinggi,” ujarnya.

Associate Director of Economics S&P Global Market Intelligence Gengi Pan mengatakan, data PMI November 2023 menunjukkan sektor manufaktur Indonesia terus berkembang.

“Pesanan baru produk buatan dalam negeri akan kembali meningkat pada November 2023. Hal ini didukung oleh membaiknya kondisi permintaan dan perluasan basis pelanggan,” jelasnya.

Penn mengatakan penting untuk memperhatikan tanda-tanda perlambatan, meskipun perusahaan manufaktur tampak optimis bahwa keadaan akan membaik dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, kabar baiknya adalah pertumbuhan output meningkat, didukung oleh peningkatan jumlah pekerja.

“Meskipun tekanan harga semakin meningkat, tingkat inflasi biaya input dan harga output belum meningkat di atas rata-rata masing-masing,” katanya.

PMI manufaktur Indonesia pada November 2023 mungkin akan melebihi PMI manufaktur ASEAN (50,0) serta negara-negara ASEAN seperti Thailand (47,6), Malaysia (47,9), Vietnam (47,3) dan Myanmar (48,1).

Selain itu, lebih tinggi dibandingkan PMI Tiongkok (50,7), Zona Euro (43,8), Jerman (42,3), Jepang (48,3), Belanda (44,9), Korea Selatan (50,0), Taiwan (48,3), Amerika Serikat (AS). lagi Kerajaan (46,7) dan Amerika Serikat (49,4).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *