Februari 26, 2024

Republik Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) membangun karakter siswa dengan cara bercerita melalui Parade Dongeng Nusantara bersama teman-teman berkarakter.

“Kami berinisiatif menampilkan dongeng untuk mengedepankan nilai-nilai yang memperkuat profil siswa,” kata Rusupreeta Putri Utami, Direktur Pusat Penguatan Karakter (PUSPECA), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal itu dia sampaikan di Jakarta. Selasa (28). /2023/11).

Ruspreeta mengatakan, membaca nyaring dapat menjadi sarana penanaman nilai-nilai kehidupan pada anak dengan cara yang menyenangkan.

Menurutnya, manfaat membaca nyaring membantu meningkatkan kreativitas dan imajinasi anak sehingga mereka lebih memahami nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Parade Dongeng Nusantara Bersama Sahabat Berkarakter merupakan hasil kerjasama Puspeka Kemendikbudristek dengan Forum Pendongeng Nasional.

Kampanye pembelajaran Kemendikbud dilakukan serentak di enam kota dengan format hybrid: Jakarta, Jayapura, Makassar, Banjarmasin, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

Sebanyak 150 siswa dan guru mulai dari PAUD hingga kelas 1 hingga 3 SD mengikuti Parade Fairy Tail yang diadakan di Jakarta.

Luspreeta menghimbau rekan-rekan guru untuk terus menceritakan kisah-kisah mandiri dalam kehidupan sehari-hari karena dapat membentuk generasi muda yang mandiri dan berwawasan kebangsaan di era digital.

Selain itu, membaca nyaring merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan menyenangkan bagi siswa serta membantu mereka membangun karakter yang baik.

Padahal, membaca nyaring membantu membangun karakter dan memantapkan kemampuan literasi pada anak pecinta buku dan budaya membaca sejak dini, terutama dalam menghayati nilai-nilai Profil Siswa Pancasila.

“Bercerita dapat menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak dengan cara yang menyenangkan.” “Cerita lucu,” kata Ruspreeta.

Ketua Forum Pendongeng Nasional Ahmed Fawzan mengatakan Parade Dongeng Nusantara Bersama Sahabat Berkarakter merupakan inspirasi penting untuk bersinergi mengenalkan kembali berbagai dongeng kepada anak-anak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Puspeca yang telah menyelenggarakan kegiatan dan berkontribusi bersama anak-anak dan guru,” kata Forjan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *