Februari 27, 2024

JAKARTA – Untuk semakin mendorong perkembangan bisnis di kalangan anak muda khususnya dari lembaga pendidikan, Presidential University (Presuniv) bekerja sama dengan pemerintah Kota Jinju, Korea Selatan. Kesepakatan kesepahaman ditandatangani oleh anggota dewan Presuniv, Prof. Dr. Ketua dan Walikota Jinju Kyoo-il Jo.

Diseminasi ilmu pengetahuan ini meliputi pertukaran informasi dan pengetahuan, kerjasama pengembangan usaha, berbagai kegiatan promosi di bidang pendidikan, kebudayaan dan industri. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk terus menjajaki bentuk kerja sama lainnya.

“Salah satu program Presuniva adalah terus meningkatkan jumlah mahasiswa pascasarjana yang berprofesi sebagai wirausaha. “Oleh karena itu kami mendirikan inkubator bisnis yaitu SetSail BizAccelator”, jelas sang profesor. Chairy, dalam keterangan resmi, Kamis (30 November 2023).

Baca juga: Rektor Universitas Berbagi Pengalaman di Konferensi Internasional di Guanxi, China

Melalui inkubator ini, lanjutnya, Presuniv melatih mahasiswa yang ingin berwirausaha sejak awal. Selain itu, kami mempertemukan investor, kata Prof. Kursi.

Terkait dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini, kata dia, pihaknya ingin mendapat informasi dan pemahaman bagaimana lembaga pendidikan bisa bersinergi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama memperkuat lahirnya wirausaha-wirausaha baru, khususnya generasi muda, dari dalam kampus.

Bersamaan dengan itu, Presuniv juga menyelenggarakan seminar Entrepreneurship Seminar: Information Sharing on Korean Youth Entrepreneurship and Humane Entrepreneurship, Senin, 28 November 2023, di Auditorium Charles Himawan, Gedung A, Kampus Presuniv di Jababeka Education Park, Cikarang, Bekasi.

Baca juga: Bantu Ketersediaan Dokter di Indonesia, Presuniv Resmi Buka Sekolah Kedokteran

Seminar ini menghadirkan dua pembicara internasional, seperti Dr. Ayman El Tarabishy, ​​​​Presiden dan CEO Dewan Internasional untuk Bisnis Kecil (ICSB) dan Kyoo-il Jo, Walikota Jinju, Korea Selatan.

Mengapa sebagian besar kelompok gagal mendengarkan suara pemilik usaha kecil? Inilah pertanyaan Ayman El Tarabishy. Hal ini karena suara pemilik usaha kecil seringkali tidak didengar oleh banyak sektor. Berbeda dengan pengusaha besar yang usahanya tersebar dimana-mana.

“Tetapi kenyataannya tidak demikian. Hal ini terjadi ketika semua pengusaha kecil menguasai jaringan, sehingga jumlahnya menjadi banyak. mereka tampak hebat. Jadi kecil itu ukuran barunya,” ujarnya.

Selain website, usaha kecil juga harus memanfaatkan teknologi. “Gunakan teknologi digital dan media sosial untuk mempromosikan bisnis Anda, bahkan usaha kecil pun terekspos,” tegas Ayman yang juga Wakil Ketua, Departemen Manajemen, George Washington Business School, Washington DC. Lanjutnya, kalau usaha kecilnya tidak dilihat, masyarakat tidak peduli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *