Februari 28, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Galaxy A55 belum diumumkan secara resmi oleh Samsung, namun gambar render ponsel Android tersebut sudah muncul di Internet.

Melihat gambar render Galaxy A55 yang beredar di dunia maya, ponsel Android besutan Samsung ini terlihat mirip dengan ponsel Galaxy A54 sebelumnya.

Berdasarkan bocoran informasi yang disampaikan @OnLeaks dan MySmartPrice, ponsel Samsung Galaxy A55 akan hadir dengan tiga kamera terpisah, mirip dengan seri Galaxy S24.

Dari gambar yang dirender, desain belakang dan depan ponsel Android ini tampak datar dengan lubang untuk lensa kamera selfie 32MP.

Satu-satunya perbedaan mencolok dibandingkan Galaxy A54 adalah bezel samping pada bodi ponsel yang kini lebih datar dan mengkilap.

Mengutip Sammobile, Selasa (12 Mei 2023), Samsung Galaxy A55 akan menjadi ponsel kelas menengah pertama Samsung yang mengusung chipset Exynos 1480 dan GPU Xclipse.

Kabarnya, ponsel Android tersebut akan dibekali RAM 8GB, memori internal 256GB, baterai 5000mAh, dan jaringan 5G.

Galaxy A55 dikabarkan akan dibekali layar FHD+ OLED berukuran 6,5 inci dan mendukung refresh rate 12Hz.

Sayangnya, masih belum diketahui kapan Samsung akan meluncurkan ponsel Android kelas menengah ini ke pasaran. Perusahaan meluncurkan Galaxy A54 pada Maret 2023.

Berdasarkan hal tersebut, besar kemungkinan ponsel terbaru Samsung akan diluncurkan di pasar global pada akhir kuartal I 2024.

Samsung Electronics mengumumkan bahwa anak perusahaannya Harman telah mengakuisisi Roon, sebuah platform manajemen musik, pencarian, dan streaming.

Roon adalah platform pemutar musik dengan antarmuka untuk menelusuri dan menemukan musik dan kompatibel dengan hampir semua perangkat audio.

Mengutip laman resmi Samsung, Kamis (30 November 2023), Roon tidak hanya akan tersedia untuk semua sistem operasi populer, tetapi juga akan memproduksi serangkaian perangkat keras server bernama Nucleus.

Dikutip dari GSM Arena, Roon dikenal dengan keserbagunaannya di berbagai perangkat dan di berbagai ruang pertemuan, apa pun mereknya.

“Harman sangat bangga dengan kemampuan kami dalam menghadirkan pengalaman audio yang luar biasa kepada mitra dan konsumen kami di seluruh dunia,” kata Dave Rogers, presiden Divisi Gaya Hidup Harman.

“Tim Roon berbagi semangat kami untuk menyediakan suara dan konektivitas yang luar biasa kepada pecinta musik saat mereka menemukan, menemukan, dan mendengarkan di rumah dan di perjalanan,” kata Rogers.

Roon akan beroperasi sebagai perusahaan independen dari Harman dengan tim yang ada. Perusahaan mengatakan seluruh operasi Roon akan tetap utuh dan akan terus melayani dan mengembangkan mitra perangkat dan komunitas pelanggannya.

Harman juga mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem perangkat terbuka Roon, termasuk kolaborasi dengan lebih dari 160 merek audio lainnya, dan menghadirkan audio ke lebih dari 1.000 perangkat berkinerja tinggi.

Enno Vandermeer, CEO Roon, menyambut Harman di perusahaannya.

“Dengan bergabung bersama Harman, Roon memperoleh skala, sumber daya, dan pengaruh yang sangat besar seperti pemimpin teknologi global, sekaligus mempertahankan kemandirian untuk berinvestasi dalam pertumbuhan dan masa depan bisnis kami,” katanya.

Harman sudah memiliki beberapa merek audio yang beroperasi secara global, antara lain AKG, dbx, JBL dan Soundcraft.

Harman sendiri telah menjadi anggota Samsung sejak tahun 2017, dan beragam pengetahuan serta inovasi Samsung telah diterapkan pada berbagai headphone dan smartphone milik perusahaan Korea tersebut.

Sebelumnya, pengguna jutaan perangkat Samsung Galaxy telah menerima pembaruan sistem operasi baru One UI 6.0. Pembaruan sistem operasi baru ini telah tersedia sejak akhir Oktober.

Samsung Electronics dilaporkan mulai meluncurkan pembaruan One UI 6.0 berbasis Android 14 ke perangkat seri Galaxy S23.

Pembaruan One UI 6.0 akan diperluas secara bertahap ke model perangkat Galaxy lainnya, kata Gizchina, Senin (27 November 2023).

Pada awal Agustus, Samsung meluncurkan program beta Android 14. Hanya dalam dua bulan, program Android 14 beta telah maju ke versi stabil One UI 6.0.

Selama periode ini, beberapa model perangkat Galaxy di pasar tertentu, baik kelas menengah maupun kelas atas, berkesempatan menguji Android 14 dengan One UI 6.0.

Selanjutnya, Samsung berupaya meluncurkan versi stabil One UI 6.0 ke perangkat yang memenuhi syarat di seluruh dunia.

Bahkan, beberapa bulan lalu beredar informasi mengenai sejumlah perangkat Galaxy yang bisa mendapat pembaruan versi beta dan stabil.

Demikian pula, pelacakan berkelanjutan sedang dilakukan untuk memantau ketersediaan versi stabil untuk berbagai perangkat Samsung Galaxy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *