Februari 25, 2024

JAKARTA – Siapa sangka ribuan tahun lalu ada mesin es. Yang istimewa, properti ini ditempatkan di properti yang berada di tengah gurun pasir.

Mesin non-listrik ini dinamakan Yakhchal yang sudah ada sejak 2.400 tahun lalu di gurun Persia, sekarang Iran.

Diterbitkan Ancient Origins, Kamis (23/11/2023), teknologi ini membuktikan bahwa manusia zaman dahulu lebih pintar dari yang diperkirakan orang saat ini. Yakhchal yang artinya lubang es menunjukkan kemampuan masyarakat dalam menemukan solusi permasalahan dengan informasi atau teknologi apa pun yang dimilikinya.

Bagaimana cara kerja Yakhchal?

Yakhchal dibangun oleh insinyur Persia sekitar 400 SM. Yang menarik, Yakhchal mudah membuat masyarakat miskin mampu. Kebanyakan kapal pesiar sewaan adalah struktur berbentuk kubah dengan tempat penyimpanan bawah tanah berbentuk kotak.

Setelah gudang digali dan kubah didirikan, digunakan sejenis mortar yang terbuat dari tanah liat, pasir, abu, bulu kambing, dan kapur yang disebut saroos untuk membuatnya tahan air. Airnya harus cukup dalam agar tetap dingin dan cangkang kapal pesiar harus menjadi bahan isolasi yang cukup untuk menghalangi panas.

Air dibawa ke jakhal dengan mengangkut air es dari pegunungan terdekat atau dengan memindahkan air dari saluran air ke jakhal menggunakan sumber air bawah tanah yang disebut qanats.

Selain beberapa jakhkhal, tembok dari timur ke barat akan menjadi sisi selatan lemari es dan air akan dialirkan ke jakhal dari sisi utara tembok. Alasannya untuk mendinginkan air di tengah saat masuk ke yachkal.

Alat lain yang digunakan untuk mendinginkan jakhchal adalah badgir, sejenis mekanisme penangkap angin yang akan menangkap angin dan mengirimkannya ke jakhchal. Saat udara turun, didinginkan oleh es dan udara dingin yang menyertai air di qanat. Sebagai alternatif, badgir dapat digunakan untuk memanaskan udara dan mendinginkannya. Sistem ini masih digunakan di banyak kota gurun di Iran hingga saat ini.

Selama di jakhkal, air akan membeku semalaman. Proses ini dapat dipercepat dengan adanya es yang diangkut dari pegunungan yang sudah ada di jakhchal untuk dijadikan benih. Setelah esnya dipotong-potong agar airnya mudah dikeluarkan dari yakhkal untuk diminum dan lain-lain.

Selain untuk menyimpan air minum, yak juga digunakan untuk menyimpan makanan seperti buah-buahan, produk susu, dan terkadang daging dingin agar tahan lebih lama. Banyak yakchal di Iran, Afghanistan dan wilayah lain di Asia Barat dan Tengah masih berdiri bahkan setelah ribuan tahun. Mereka mewakili sisa-sisa kejayaan Persia kuno dan merupakan bagian dari warisan Iran.

Sejarah Gletser Kuno

Selain detail sejarahnya, yakchal juga telah diusulkan sebagai cara yang murah dan berkelanjutan bagi masyarakat Iran modern dan Asia Tengah lainnya untuk memiliki AC tanpa listrik. Secara teoritis, proses pembuatan jahkal juga dapat ditiru dan digunakan di wilayah lain yang memiliki iklim serupa seperti wilayah gurun di Iran dan Asia Tengah, seperti Amerika Serikat Bagian Barat Daya atau Tiongkok bagian barat.

Dengan cara ini, kebangkitan teknologi kuno dapat membantu masyarakat modern di seluruh dunia menjalani kehidupan yang berkelanjutan dan tetap mendapatkan kenyamanan modern, terutama cuaca dingin.

Orang-orang di Barat sering berpikir bahwa hal-hal sederhana seperti AC memerlukan teknologi seperti listrik dan kemampuan untuk membuat lemari es yang bertenaga, namun ternyata hawa dingin datang secara sukarela tercipta dengan cara yang sangat sederhana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *