Februari 26, 2024

NEW YORK – Sebuah kasus telah diajukan terhadap Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram dan WhatsApp, di Pengadilan Distrik Utara California.

Baca Juga – Meta Gagal Membuat Jam Tangan Pintar

Gugatan tersebut menuding Meta sengaja mengizinkan anak-anak memiliki akun dan menjadi objek perhatian di platform media sosial tersebut.

Seperti dilansir Vion News, Selasa (28/11/2023), sekelompok orang tua mengajukan gugatan mewakili anak mereka yang berusia di bawah 13 tahun.

Gugatan tersebut mengklaim Meta tahu bahwa anak-anak rentan terhadap kecanduan media sosial, namun tetap mengizinkan mereka membuat akun.

Meta juga diklaim menggunakan fitur yang dirancang untuk membuat anak-anak tetap terlibat, seperti notifikasi yang sering muncul dan algoritme yang merekomendasikan konten yang menarik bagi anak-anak.

Pengadilan meminta Meta membayar ganti rugi kepada orang tua dan anak yang terkena dampak. Gugatan tersebut juga meminta Meta mengubah kebijakannya untuk mencegah anak-anak di bawah usia 13 tahun membuat rekening tabungan.

Meta belum mengomentari kasus tersebut.

Gugatan tersebut merupakan salah satu dari beberapa tuntutan hukum yang diajukan terhadap Meta atas kecanduan media sosial. Pada tahun 2022, sekelompok negara bagian di Amerika Serikat mengajukan gugatan terhadap Meta, mengklaim bahwa perusahaan tersebut melanggar undang-undang perlindungan konsumen dengan beriklan kepada anak-anak.

Meta membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk melindungi anak-anak. Namun kasus-kasus tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap masalah kecanduan media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *