Maret 3, 2024

WASHINGTON – NASA mencapai tonggak sejarah dalam komunikasi luar angkasa setelah berhasil mengirimkan informasi sejauh 10 juta mil (16 juta kilometer) menggunakan sinar laser untuk pertama kalinya. Ini adalah jarak terjauh yang pernah ditempuh seberkas cahaya untuk komunikasi optik.

Menurut NASA, demonstrasi pertama teknologi komunikasi laser terjadi pada pagi hari tanggal 14 November 2023. Hal ini ditandai dengan penembakan cahaya atau laser pertama dari pesawat luar angkasa Psyche.

Direktur Demonstrasi Teknologi NASA Trudy Cortes mengatakan pencapaian cahaya pertama adalah salah satu dari banyak pencapaian penting DSOC dalam beberapa bulan mendatang. Keberhasilan ini juga membuka jalan bagi komunikasi dengan kecepatan data yang lebih tinggi untuk mengirimkan informasi ilmiah.

“Sistem komunikasi laser juga diharapkan mampu mengirimkan gambar definisi tinggi dan video streaming untuk mendukung lompatan besar umat manusia berikutnya: mengirim manusia ke Mars,” kata Cortes di markas NASA di Washington, seperti dikutip SINDOnews di situs Financialexpress. Rabu (22.11.2023).

NASA meluncurkan pesawat luar angkasa Psyche dengan perangkat yang mampu mengirimkan sinar laser dalam jarak yang sangat jauh, yang disebut Deep Space Optical Communications (DSOC). Pesawat luar angkasa Psyche diluncurkan pada 13 Oktober 2023 dari Kennedy Space Center di Florida.

DSOC adalah sistem yang terdiri dari transceiver laser penerbangan, pemancar laser darat, dan penerima laser darat. Sistem komunikasi ini menggunakan laser berkecepatan tinggi dan untuk menguji komunikasi laser di luar Bulan.

NASA sedang bereksperimen dengan sistem komunikasi laser berbasis ruang angkasa dengan berkas data yang dikodekan dalam laser inframerah-dekat. Laser tersebut menempuh perjalanan 40 kali lebih jauh dari bulan Bumi ke Teleskop Hale di Observatorium Palomar Caltech di San Diego County, California.

Data pengujian juga dikirimkan secara bersamaan melalui laser uplink dan downlink, menurut NASA. Sebuah praktik yang dikenal sebagai “hubungan dekat” adalah fokus utama eksperimen ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *