Maret 3, 2024

JAKARTA – Menteri Agama Yakut Cholil Kumas hari ini meluncurkan Program Madrasah Pintar Numerasi. Menteri Agama mencermati pada tahun 2024, sekitar 3 juta guru dan siswa madrasah akan menjadi ahli di bidang matematika.

Kemenag menggandeng Prof Yohannes Surya dalam Program Berhitung Madrasah. Program ini menerapkan model pembelajaran berhitung dengan metode unggul (mudah, menyenangkan dan menyenangkan) bagi siswa di madrasah.

Saya yakin tujuan tersebut dapat terwujud melalui metode gassing yang ditemukan oleh Profesor Yohannes, kata Menteri Agama Madrasah Aliyah Negeri (Man) 4 Pondak Pinang, Jakarta, Senin, 16 Oktober 2023, saat meresmikan acara tersebut.

“Di tangan Profesor Yohannes Surya, matematika menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan dan menyenangkan,” lanjutnya.

Menag berharap melalui pelatihan metode penyerangan dgn gas beracun ini, guru dan siswa madrasah menjadi pandai tidak hanya dalam perhitungan tetapi juga dalam penalaran. “Jika kita mempelajari matematika ini, maka akan sangat berguna dalam setiap lini kehidupan kita, terutama dalam bidang logika,” pungkas Menag.

Acara pembukaan juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, dan P.L.T. Adiarto Sumardzono, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik.

Guru Besar Matematika dan Fisika Yohannes Surya menjelaskan, penerapan metode gassing ini tidak hanya bertujuan agar anak lebih pintar berhitung, namun untuk mengembangkan cara berpikir yang mengutamakan logika, meningkatkan kecerdasan visual, dan mengubah karakter.

“Metode penyerangan dgn gas beracun ini tidak hanya untuk pembelajaran matematika, bisa juga untuk belajar IPA, belajar agama, belajar apa saja. Konsepnya mudah dipelajari. Jadi guru juga bisa menerapkan metode penyerangan dengan gas beracun ini di bidang lain,” kata Profesor Yohannes.

Dikatakannya, metode pelatihan ini dinilai sangat efektif dan efisien, karena hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk mengajarkan matematika kepada anak-anak yang belum bisa mengerjakan matematika hingga mereka pandai.

“Metode top ini sangat sederhana. Kami melatih seorang ustadz dari Bouton menjadi ahli matematika, dan sekarang dia sudah menjadi pengajar matematika tingkat nasional. Luar biasa, semua orang bisa belajar dengan metode top ini,” jelas Profesor Yohannes.

Pendekatan Gassing memiliki banyak manfaat, antara lain mengasah keterampilan 8C (karakter, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, penalaran komputasi, empati dan budaya) yang menjadikan pembelajaran siswa menyenangkan.

Profesor Yohannes pun mengakui metode unggulan tersebut mulai menarik perhatian UEA. “Ada permintaan dari Uni Emirat Arab untuk melakukan gassing, tapi presiden mengharapkan kita fokus ke Indonesia dulu,” tutupnya.

Menyusul peluncuran program Madrasah Berhitung Cerdas, Departemen Pendidikan Islam bekerja sama dengan Akademi Gasing akan memberikan bimbingan (pelatihan) kepada 50 guru dan 150 siswa madrasah (kelas 3, 4, 5 dan 6) untuk belajar matematika dengan metode Gasing. . . ) Konser yang menampilkan bakat musik anak-anak dari 40 negara Edisi di Jakarta ini merupakan konser tatap muka pertama dalam empat tahun terakhir, setelah tiga edisi sebelumnya digelar secara online kabarbin.com.co.id 5 Des 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *