Maret 3, 2024

kabarbin.com Lifestyle Home Sweet home tidak selalu seperti ini. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa tempat berlindung yang nyaman yang Anda ciptakan bisa menjadi penyebab di balik alergi yang mengganggu tersebut.

Dikutip dalam situs Times of India, menurut American College of Allergy, Asthma and Immunology, dan wawasan dari Asthma and Allergy Foundation of America, rumah yang Anda tinggali dapat menjadi rumah bagi beberapa alergen tak terlihat yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Berikut beberapa alasan mengapa rumah Anda bisa menimbulkan alergi pada penghuninya.

Debu dan ancaman kecilnya

Mungkin ada saatnya Anda membersihkan rumah, namun bukannya terasa segar, malah terasa gatal dan bersin. American College of Allergy, Asthma and Immunology mencatat bahwa skenario ini sangat umum terjadi pada mereka yang alergi debu. Tungau debu, makhluk mikroskopis yang memakan debu dan kelembapan rumah, adalah penyebab utamanya. Makhluk ini bisa memicu reaksi alergi, asma, bahkan eksim.

Gejala Alergi

Apakah Anda mengalami bersin-bersin di rumah, hidung berair atau tersumbat, mata gatal, mengi, batuk atau sesak napas? Ini bisa jadi merupakan tanda-tanda alergi debu. Tungau debu, bersama dengan kecoa, jamur, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan, berkontribusi terhadap gejala-gejala ini. Cara mengatasi

Jangan takut, meski alergi debu sangat mengganggu, namun tetap ada cara untuk mengatasi alergi debu. Berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan agar rumah Anda bebas dari debu dan tungau

1. Lepaskan karpet, gorden dan gorden, terutama pada kamar tidur, atau gunakan yang mudah dibersihkan. 2. Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur dan kurangi kelembapan rumah. 3. Gunakan sarung “anti tungau” pada kasur dan bantal serta sering-seringlah mencuci sprei dengan air panas. 4. Gunakan masker saat membersihkan rumah, dan jaga kelembapan di bawah 50 persen.

Sumber alergi Selain debu

Tak hanya tungau debu, alergen dalam ruangan lainnya turut berkontribusi terhadap alergi yang semakin beragam dan parah. Kecoa, jamur, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan dapat mengubah rumah Anda menjadi medan pertempuran alergi. Untuk itu, penting untuk mengontrol keberadaan hewan dan tumbuhan penyebab alergi. Sirkulasi udara di dalam rumah juga harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya kelembapan di dalam rumah.

Bersihkan dengan hati-hati

Membersihkan rumah secara teratur dan mengurangi permukaan yang mengumpulkan debu dapat mengurangi keberadaan tungau debu secara signifikan. Penggunaan sarung bantal dan kasur yang tahan alergen akan berfungsi sebagai penghalang, mencegah alergen seperti tungau debu memasuki area tidur Anda. Pilih penyedot debu yang dirancang untuk memerangkap alergen, sehingga mengurangi kemungkinan alergen tersebut kembali mengudara. Membatasi akses hewan peliharaan pada area tertentu dan memilih lantai yang mudah dibersihkan dapat membantu mengendalikan bulu hewan peliharaan. Mengatasi sumber kelembapan, memperbaiki kebocoran, dan mengurangi tanaman di dalam ruangan dapat mencegah tumbuhnya jamur, yang merupakan alergen umum. Siswa SMK di Medan Dilaporkan Meninggal Korban Rudapaksa, Ayah Ungkap Kondisi Terakhir Anaknya Seorang siswa SMK berusia 15 tahun di Medan ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan. Rupanya dia adalah korban kekerasan seksual paksa di sebuah rumah kos. kabarbin.com.co.id 5 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *