Maret 3, 2024

NEW YORK – Dewan direksi tidak memecat CEO OpenAI Sam Altman tanpa alasan. Menurut sumber rahasia, mereka dipecat karena Sam Altman diduga mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengancam umat manusia.

Beberapa peneliti yang tidak setuju dengan tindakan Altman dilaporkan mengirimkan surat kepada dewan direksi perusahaan menuntut tindakan segera. Altman dipecat setelah Reuters menerbitkan surat whistleblower tersebut pada Jumat (24 November 2023).

Dewan direksi tampaknya mengkhawatirkan kemajuan AI sebelum memahami konsekuensinya. Sumber-sumber rahasia sejauh ini menolak memberikan komentar, meskipun telah membocorkan masalah tersebut, dan OpenAI sendiri menolak berkomentar.

Namun, laporan sebelumnya menyatakan bahwa proyek yang sedang dipromosikan Altman disebut Q* (diucapkan Q-Star). Teknologi ini menjanjikan terobosan bagi para pionir yang mengeksplorasi kecerdasan buatan umum (AGI).

OpenAI mendefinisikan AGI sebagai sistem otonom yang melampaui manusia dalam tugas-tugas yang paling bernilai ekonomi. Dengan sumber daya komputasi yang besar, model baru ini mampu memecahkan masalah matematika.

Meskipun hanya mengerjakan matematika tingkat sekolah dasar, keberhasilan tes ini membuat para peneliti sangat optimis tentang keberhasilan Q* di masa depan. Selain itu, para peneliti percaya bahwa matematika berada di garis depan pengembangan kecerdasan buatan generasi berikutnya.

Saat ini, kecerdasan buatan generasi berikutnya pandai menulis dan menerjemahkan bahasa dengan memprediksi kata berikutnya secara statistik, sementara jawaban atas pertanyaan yang sama bisa sangat bervariasi. Dengan menguasai matematika, AI akan menjadi lebih rasional.

Berbeda dengan kalkulator yang hanya dapat melakukan operasi dalam jumlah terbatas, AGI dapat menggeneralisasi, mempelajari, dan memahami. Saking cerdasnya, para peneliti bahkan telah menunjukkan potensi bahaya dari kecerdasan buatan.

Sekadar informasi, para ilmuwan komputer telah lama memperdebatkan bahaya mesin yang sangat cerdas. Orang-orang takut hal ini akan menyebabkan kehancuran umat manusia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *