Februari 27, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Konflik tidak bisa dihindari saat bekerja dalam tim. Anda tentu memiliki cara pandang, pendapat, dan cara melakukan sesuatu yang berbeda dengan rekan kerja Anda. Ini belum tentu merupakan hal yang buruk. Hal ini sering kali dapat membantu dan membantu memperluas perspektif dan cara Anda menyelesaikan tugas atau proyek yang sama. Namun, dalam proses kolaborasi yang sebenarnya, perbedaan Anda terkadang dapat menimbulkan diskusi yang memanas, menyakiti perasaan, menimbulkan hambatan, dan bahkan berpotensi membahayakan suatu proyek.

Ada banyak cara untuk mengelola konflik dalam tim. Anda bisa mengabaikannya, bersikap pasif-agresif, marah, jengkel, dll. Mungkin Anda suka menuding dan menyalahkan orang lain, atau mungkin Anda kurang sabar sehingga mudah frustrasi dengan kecepatan kerja seseorang.

Meskipun ada banyak cara untuk mengelola konflik, beberapa cara dapat membantu Anda menyelesaikan masalah lebih cepat dibandingkan cara lain dan memberikan hasil yang lebih baik. Berikut cara efektif mengelola konflik dalam tim, seperti dibahas di laman Life Hack Selasa (5/12/23). 1. Kenali dan terima konflik

Banyak orang menghindari konflik dengan mengabaikannya dan menjalankan urusannya sendiri. Namun, banyak orang yang terpaksa percaya bahwa konflik pada dasarnya buruk dan tidak tahu cara mengatasinya karena berbagai alasan. Dengan mengabaikan masalah dan berpura-pura tidak ada, satu-satunya hal yang akan terjadi adalah penyelesaian masalah akan memakan waktu lebih lama dan mungkin lebih membingungkan.

Tip pertama untuk mengelola konflik secara efektif dalam tim adalah dengan mengenali konflik tersebut. Jangan ragu untuk menyampaikan ketidaksetujuan Anda terhadap pendapat rekan Anda dan berikan alasan serta saran yang membangun demi kebaikan bersama.

Saat Anda merasa kesal saat bekerja dalam tim, pastikan Anda tidak langsung angkat bicara tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Kapanpun Anda merasakan tekanan darah Anda meningkat saat mendengarkan anggota tim lain berbicara, cobalah istirahat. Berhenti sejenak, tarik napas beberapa kali dan rileks. Percayalah, Anda sering kali bereaksi tanpa berpikir panjang dan hasilnya tidak akan maksimal.

Ketika kita tidak terburu-buru mencerna konflik dan tidak bereaksi dengan cepat, maka situasi akan selalu membaik. Terkadang cobalah memberi diri Anda waktu untuk menenangkan diri sebelum mengutarakan pikiran Anda. Di lain waktu, Anda dapat melihat sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang Anda sehingga Anda tidak merasa terlalu kesal.

Tidaklah baik untuk tidak mengikuti naluri Anda ketika Anda tidak setuju dengan anggota tim lainnya. Pelan-pelan dan jangan bereaksi berlebihan. 3. Pastikan semua orang didengarkan dan dihargai

Ketika mendiskusikan perbedaan pendapat, penting bagi setiap orang untuk didengarkan dan merasa bahwa pendapat mereka dihargai. Ingatlah bahwa perasaan dipahami adalah salah satu kebutuhan terdalam yang Anda miliki sebagai manusia. Ketika Anda merasa dipahami, dihargai, dan diakui, ini akan sangat penting untuk kebahagiaan Anda.

Pada titik ini, Anda harus mengulangi apa yang semua orang katakan kepada Anda untuk memastikan Anda memahaminya dengan benar. Jika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa Anda salah dalam beberapa hal, cobalah untuk mengoreksi diri sendiri. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Anda tidak hanya mendengar dan menafsirkan dengan benar, namun setiap anggota tim telah mendengarnya. Di akhir langkah ini, setiap orang harus memiliki pemahaman yang sama dan memiliki pemahaman yang jelas tentang pendapat orang lain tentang situasi tersebut. 5. Dapatkan dukungan semua orang

Sebagai hasil langsung dari ringkasan diskusi, ini adalah saat yang tepat untuk mendorong dukungan semua orang. Tentu saja hal ini seringkali tidak terjadi segera setelah pembahasan direkapitulasi. Namun pada tahap ini, orang merasa lebih nyaman mengajukan solusi atau cenderung berkompromi.

Tujuannya adalah untuk mengatasi area perselisihan hingga mencapai titik di mana setiap orang merasa pendapat mereka didengar dan dihargai sebagai anggota tim. Terkadang Anda perlu mengingatkan orang lain bahwa Anda semua berada di tim yang sama dan bekerja menuju tujuan yang sama, sehingga setiap anggota tim bersedia berbagi pemikiran atau idenya, meskipun hanya sedikit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *