Februari 26, 2024

Depok – Wali siswa SDN Pondok Cina 1 Depok meminta Pemerintah Kota Depok memperhatikan nasib pendidikan dasar warganya. Diketahui, ada perselisihan antara orang tua siswa dengan Pemerintah Kota Depok terkait rencana konversi lahan SDN Pondok Cina 1 menjadi masjid. Karena terlambat, banyak siswa yang memilih bersekolah di sekolah yang didirikan pemerintah kota.

Meski demikian, siswa yang bersekolah di SDN Pondok Cina 1 masih banyak. Hari ini, sejumlah orang tua siswa kembali melayangkan surat kepada Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Mereka menuntut agar kondisi kembali seperti semula.

“Kami ingin melayangkan surat kepada Wali Kota yang tujuannya normalisasi SDN Pondok Cina 1 seperti sebelum terjadi masalah ini. Pertahankan,” kata Hendro, salah satu orang tua siswa, pada Rabu, 1 November 2023.

Saat ini, tersisa sekitar 150 siswa di SDN Pondok Cina 1. Mereka pindah karena tidak ingin diganggu dengan perkelahian yang terjadi di sekolah. Bahasanya membingungkan, mending ke Pondok Cina 3 yang jernih, lebih nyaman, tenang, jernih, jelasnya.

Hendro mengatakan, pihak orang tua belum menyetujui siswanya dipindahkan ke SDN Pondok Cina 5. Namun, gedung di sana dinilai tidak cukup untuk menampung seluruh siswa.

“Jadi sebenarnya build Pocin 5 ini bukannya kita tidak dapat, malah malah tidak memberi kita sense ofhadir.” Karena Pocin 5 dibangun hanya dengan 12 kelas, namun jika kita hidupkan dan digabungkan dengan Pocin 5 maka akan ada 18 kelas dan masih belum cukup. Lebih baik dari kita, lindungi saja dia dulu. Sudah tertulis, kami tidak setuju, tapi itu bukan solusi, tidak masuk akal untuk pindah, kumpulkan 18 blok, tembak 12 RKB. “Ini masalah, bukan solusi,” katanya.

Hal inilah yang menyebabkan masih banyak siswa yang bersekolah di SDN Pondok Cina 1. Hendro mengatakan alasan lainnya karena SDN Pondok Cina 1 mempunyai sejarah tersendiri bagi Depok.

“Jadi tunggu saja sampai tidak dipakai, kalau bisa dipelihara. “Sekolah yang penuh sejarah dan tradisi, tertua di Depok, apa salahnya dipertahankan,” ujarnya.

Sebagai warga Depok, ia dengan tegas meminta agar Pemkot Depok tidak hanya memikirkan pembangunan fasilitas sosial saja. Ia mengatakan, hak siswa untuk mendapatkan pendidikan dasar juga harus diperhatikan.

“Makanya kami minta kepada Pemerintah Kota Depok untuk tidak hanya membangun aplikasi sosial yang bisa ada di Instagram, tapi jangan mengajarkan secara intensif. Seharusnya Pemerintah Kota Depok memikirkan hal ini dari awal, mulai dari sekolah negeri yang sangat kecil, membangun sebanyak-banyaknya dan mengirimkan siswa sebanyak-banyaknya ke UI. Bangunlah Kota Depok dengan rencana yang besar, bukan monumen yang besar, bukan taman yang besar. “Kami meminta ini,” katanya.

Di tempat yang sama, Mudjilah, orang tua siswa lainnya, meminta agar siswanya kembali belajar di SDN Pondok Cina 1. SDN Pondok Cina 5 bisa dijadikan sekolah menengah negeri atau madrasah atau sekolah negeri.

“Jadi Depdiknas bukannya mengurangi jumlah sekolah negeri di Depok, malah bertambah. “Masih belum ada madrasah negeri, padahal janji presiden kita akan bangun madrasah, sampai saat ini belum ada,” ujarnya.

Baca artikel edukasi menarik di tautan ini. Video Pelanggaran Hak Sekolah hanyalah lelucon remaja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung akan menyelidiki Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk turun tangan dalam kasus dugaan pemaksaan melakukan perbuatan asusila di lingkungan rumah – buku. kabarbin.com.co.id 6 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *