Februari 27, 2024

JAKARTA – Pasangan calon presiden nomor urut 3 Ganjar-Mahfud mengedepankan inovasi teknologi di bidang pangan sebagai visi misinya 5 tahun ke depan jika terpilih pada pemilu 2024.

Dalam visi Menuju Indonesia Unggul, Aksi Cepat, Aksi Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Berkelanjutan, pasangan ini mempunyai beberapa misi untuk mencapai kedaulatan pangan.

Kedaulatan pangan menjadi fokus utama pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, hal ini menandakan prioritas kebijakan mereka untuk menghadapi tantangan dan memajukan sektor pertanian di Indonesia. Ganjar Pranowo dengan pengalaman kepemimpinan di Jawa Tengah telah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadikan pertanian sebagai pilar perekonomian yang kuat.

Namun di luar itu semua, inovasi teknologi pertanian dan pangan harus dikembangkan. Ganjar juga dalam beberapa kesempatan menekankan perlunya koordinasi dan presisi antara teknologi ini dengan kebutuhan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

“Oh, banyak sekali inovasinya, setiap daerah menunjukkannya, ada yang modern membuat drone. Mulai dari banyak, yang harus dilakukan adalah bertemu dengan industri agar modernisasi dan mekanismenya bisa berjalan, itu harus. ,” kata Ganjar. Pranowo, dan dikutip salah satu media nasional, Jumat, (24/11/2023).

Hal ini didukung oleh Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Cak Nanto yang menegaskan inovasi teknologi atau penelitian harus disesuaikan dengan kebutuhan lokal, salah satunya kedaulatan pangan.

“Perubahan itu perlu agar setiap program pemerintah sesuai dengan kepentingan masyarakat. Kami yakin ini penting untuk keberlanjutan program, bukan sekedar menyerap (anggaran),” kata Cak Nanto.

Kembali ke Inovasi Teknologi di Bidang Pangan, Apa Fokusnya? Di bawah ini kami sajikan isi rencana inovasi teknologi pangan Ganjar-Mahfud secara lengkap untuk pembaca, yang diadaptasi dari buku pernyataan visi-misi Ganjar-Mahfud.

Misi Ganjar-Mahfud dalam mendorong inovasi teknologi di bidang pangan1. R&I mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pangan pokok dalam negeri, didukung oleh ketersediaan air yang cukup, melimpah dan tidak bergantung pada impor, diversifikasi produksi (tidak hanya beras, tetapi juga jagung, sagu, ubi jalar, dll) dan diversifikasi . konsumsi, termasuk inovasi kuliner.

2. Makanan pokok mandiri R&I dikembangkan ke dalam kategori 12 bahan penting dan strategis: (1) beras, (2) jagung, (3) bawang merah, (4) bawang putih, (5) cabai, keriting (6) cabai rawit, (7). ) gula pasir (8), minyak nabati (9), kedelai dan bahan pangan hewani yaitu (10) telur ayam, (11) daging ayam, dan (12) daging sapi.

3. Meningkatkan produksi dan produktivitas pangan non pokok dan strategis melalui penelitian dan inovasi mandiri, seperti: Jenis buah-buahan dan sayur-sayuran pada subsektor hortikultura; (2) Jenis produk hewani seperti telur, daging, susu dan madu pada subsektor peternakan; (iii) Produk pangan perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao pada sektor perkebunan; (iv) Pangan hutan seperti madu hutan pada subsektor kehutanan; (v) Jenis pangan dari subsektor perikanan (darat dan laut; hasil tangkapan dan budidaya) seperti ikan, udang, krustasea, krustasea dan lain-lain.

Itulah beberapa misi Ganjar-Mahfud dalam mendorong inovasi teknologi di bidang pangan. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *