Februari 28, 2024

kabarbin.com merupakan tanda kelulusan bagi mereka yang telah mengenyam bangku kuliah. Momen ini mengakhiri segala permasalahan panjang tugas kampus.

Orang tua yang berhasil lulus dari universitas dikelilingi oleh rasa bahagia dan bangga. Emosi memuncak saat orang tua mengantar anaknya hingga wisuda.

Namun, kisah ini menjungkirbalikkan dunia di mana seorang anak tega berbohong tentang identitasnya. Ia mengaku tidak bersalah dan membawa ayah dan ibunya ke acara wisuda, yang ternyata palsu.

Kebohongan Marciana Jeni Leong terungkap beberapa jam usai acara wisuda 752 wisudawan dan associate professor Universitas Katolik Santo Paulo yang digelar di Aula Assumpta Ruteng, Kabupaten Mangarai, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu 11 November 2023.

Kecurangan dimulai sebelum kelulusan. Pagi-pagi sekali, Marciana meninggalkan rumah tempat tinggal orangtuanya. Suruh aku ke salon untuk make up dulu.

Hingga pukul 09.30 WITA, ayah dan ibunya masih belum mendengar kabar Marciana. Akhirnya tuan rumah yang merupakan kerabat dekat Marciana berinisiatif mengantarkan orang tua Merciana ke Assumpta.

Kemudian ayahnya menghubunginya dan Marciana menjawab bahwa dia termasuk salah satu wisudawan. Ia kemudian meminta para orang tua untuk bertemu usai upacara pengambilan sumpah.

Suasana meriah usai wisuda diisi dengan saling mengucapkan selamat dan foto bersama para wisudawan beserta orang tua dan sahabatnya.

Saat itulah Marciana datang memeluk calon orangtuanya. Merciana tampak seperti pesta prom dengan gaun rumit. Topi wisuda, topi dan kalung. Ibu dan ayah berfoto bersama.

Dalam foto yang dipublikasikan, Merciana berpose bersama teman-temannya saat mengikuti ujian akhir, ia mengenakan selempang bertuliskan nama dan gelar “Mersiana Jeny L, S.Pd” serta kemeja berwarna putih.

Namun kemeriahan wisuda hari itu diwarnai dengan pemberitaan adanya wisudawan abal-abal yang menggelar wisuda “palsu” karena beredar kabar tidak pernah dihadiri pihak kampus.

Informasi tersebut diterima Ketua Panitia Wisuda Crispinus Hermanto Jebarus, Sabtu malam. Hal ini langsung ditanggapi oleh Rektor.

Atas perintah Rektor Max Regus, panitia wisuda berpindah ke tempat Marciana mengucap syukur di Poca. Pihak yang ditunjuk sampai di tujuan sekitar pukul 22.00 WITA. Ada Marciana, orang tuanya, dan kondektur yang merupakan perwira Polri.

Menurut Crispinus, ia dan rekan gurunya datang untuk menjelaskan langsung kepada orang tua Marciana bahwa anaknya tidak pernah menjadi mahasiswa UNIKA Santu Paulus.

“Kami ingin jujur ​​bahwa Marciana tidak pernah menjadi mahasiswa UNIKA Santo Paulo,” kata Crispinus kepada kabarbin.com, Senin, 13 November 2023.

“Karena orang tersebut bukan mahasiswa kami, maka kami tidak menyentuh isu kelulusan palsu,” imbuhnya.

Orang tua telah tertipu sejak 2019

Kemudian Marciana mengakui semua kebohongannya yang ternyata sudah berlangsung lama, sejak 2019.

“Marciana sebenarnya mendaftar secara online pada tahun 2019. Hal ini terungkap setelah kami cek ke admin kami.

Berdasarkan pengakuan langsung Marciana kepada orang tuanya dan saksi panitia wisuda, Marciana justru menipu orang tuanya dengan berpura-pura menjadi mahasiswa dan menuntut uang sekolah, tunjangan hidup, dan tunjangan bulanan dari orang tuanya selama 4 tahun. Orangtuanya mengirimkan 1,5 juta rupiah kepada Marciana untuk wisudanya.

Meski orang tuanya adalah petani sejati di Dampek Lambaleda Utara, Mangara Timur Timur, kebohongan Marciana tidak diperhatikan bahkan oleh teman-temannya. Ia dengan lihai mencari kos-kosan untuk menutupi kebohongannya.

Marciana sendiri mengaku kepada masyarakat dan orang tuanya di desa bahwa dia sedang belajar bahasa Inggris. Dan dia tinggal di kos-kosan yang tidak ada jurusan bahasa inggrisnya. Makanya tidak ada yang mengira dia mahasiswa palsu karena setiap hari dia pamit ke kampus dan memposting “Foto Facebook atau WhatsApp yang membicarakan lingkungan kampus,” jelas Crispinus.

Crispinus kembali mengklarifikasi bahwa Marcianus tidak termasuk di antara wisudawan pada wisuda tersebut.

“Dia tidak datang ke tempat pengambilan sumpah setelah dilakukan pemeriksaan oleh panitia. Sedangkan untuk toga dan sebagainya, dia meminjamnya dari masyarakat setelah upacara pengambilan sumpah. bajunya, seluruhnya dari orang tuanya,” pungkas Crispinus

Dua kasus penipuan wisuda

Kisah perselingkuhan Marciana kini tersebar di media sosial bahkan di lingkungan kampus, termasuk kejadian serupa lainnya yang terjadi di hari yang sama, seorang wanita juga selingkuh dari undangan orang tuanya ke acara wisuda, namun ternyata orang tersebut yang dimaksud hanyalah seorang lulusan perguruan tinggi.

“Memang benar ada satu orang lagi, tapi dia tidak berteman dengan Marciana. Kasus lainnya kurang lebih sama. Lalu orang tuanya mengajaknya ke pesta prom, padahal dia putus sekolah di semester dua. Dia terus bertanya Khusus untuk biaya sekolah, orang tua telah memberikan anaknya sebesar Rp 1,5 juta, yang menurut mereka merupakan pembayaran: “Kami sangat prihatin dengan kasus ini. Bagaimana mungkin seorang anak tega menipu orang tuanya selama ini. Crispinus Germanto Jebarus berkata di akhir.

Diketahui, sidang wisuda khusus Senat digelar akhir pekan lalu dengan mengusung slogan “Menjadi Sarjana dan Pakar Persatuan Abad 21”. Wisudawan Unika Santu Paulus Ruteng tahun 2023 berjumlah 752 orang yang berasal dari 3 fakultas dan 10 program studi. Fakultas Pengembangan Profesi dan Keguruan (FKIP) merupakan fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak yaitu 570 orang, prodi Teologi : 15 orang, prodi Bahasa Inggris : 86 orang, prodi PGSD : 172 orang, matematika program studi 62 orang, program pendidikan bahasa dan sastra Indonesia: 102 orang, program pendidikan PGPAUD: 133 orang.

Sedangkan lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan berjumlah 129 orang, terdiri dari 46 orang dari program “Keperawatan” dan 83 orang dari program kebidanan. Fakultas Pertanian dan Peternakan yang tahun ini meluluskan wisudawan perdananya berjumlah 53 wisudawan, diantaranya 38 wisudawan program pendidikan ekonomi dan sosial pertanian dan 15 wisudawan pada spesialisasi “Agronomi”.

Laporan: Joe Kenaroo

Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. Keluarga menitikkan air mata saat menyambut jenazah pendaki gunung Serli, korban letusan Gunung Marapi. Seorang pendaki perempuan bernama Yasirli Amri, salah satu korban letusan Gunung Marapi di Sumatera Barat, disambut keluarganya. di rumah duka sambil menangis. kabarbin.com.co.id 6 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *