Februari 27, 2024

JAKARTA – November adalah bulan kesadaran global terhadap Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD). Tema tahun ini adalah: Lihatlah ke Depan, Bertindak ke Depan.

Gelaran ini dengan harapan bersama agar masyarakat semakin memiliki kesadaran mengenai penyakit paru-paru khususnya PPOK. Selain itu, Anda juga dapat memahami penatalaksanaan dan pencegahan untuk kehidupan yang lebih baik. Cari informasi lebih lanjut.

Laporan Global Initiative for Chronic Obstructive Disease (GOLD) tahun 2023 menyatakan bahwa faktor risiko PPOK yang paling umum adalah asap rokok dan polusi udara, yang berasal dari partikel kimia, gas industri atau rumah tangga.

Saat ini PPOK merupakan salah satu dari tiga penyebab kematian utama di dunia. 90 persen kematian ini terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

Berdasarkan data Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan PPOK di Indonesia yang diterbitkan PDPI pada tahun 2023, jumlah penderita PPOK di Indonesia mencapai 4,8 juta orang dengan angka 5,6 persen. Seiring dengan meningkatnya jumlah perokok dan membaiknya kualitas udara, hal ini kurang baik di beberapa wilayah Indonesia.

Perwakilan Pokja Asma dan PPOK, PDPI Dr. Triya Damayanti, SpP(K), Ph.D mengatakan PPOK lebih banyak terjadi pada penduduk berusia di atas 40 tahun yang memiliki sedikit faktor risiko. Penderita biasanya kurang sadar saat didiagnosis menderita PPOK, sehingga seringkali datang ke dokter dalam kondisi yang lebih buruk.

Dr. Triya pada acara OK Lung Care Campaign yang diselenggarakan oleh GSK Indonesia dan PDPI, di Automobile Freedom Day (CFD), Jakarta.

Dr. Triya juga mengatakan, PPOK erat kaitannya dengan kasus influenza yang parah. Data dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang yang dirawat di rumah sakit karena flu memiliki kondisi kronis seperti COPD, sehingga dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi flu setiap tahun untuk semua orang yang berusia 6 bulan atau lebih.

“Ini juga penting bagi pasien PPOK,” jelasnya.

Dukungan pemerintah terhadap pencegahan PPOK dari Kementerian Kesehatan RI dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/Menkes/687/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Medis Penatalaksanaan Penyakit Kronis Penyakit Obstruktif, Pengobatan dan menekankan pencegahan PPOK sebagai salah satu kebijakan kesehatan nasional di Indonesia.

Edukasi penting dalam penatalaksanaan PPOK jangka panjang, karena edukasi untuk PPOK sangat berbeda dengan edukasi untuk penyakit pernafasan lainnya seperti asma. PPOK merupakan penyakit kronis yang bersifat ireversibel dan progresif, sehingga inti dari pelatihan adalah beradaptasi dengan keterbatasan aktivitas dan mencegah penurunan fungsi paru secara cepat.

Pencegahan Edukasi penting sebagai upaya pencegahan PPOK: Pengetahuan dasar tentang PPOK Obat-obatan, manfaat dan efek sampingnya Cara mencegah penyakit bertambah parah Menghindari risiko (salah satunya berhenti merokok) Tindakan korektif.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH menekankan pentingnya edukasi PPOK kepada masyarakat dalam upaya menurunkan angka kejadian penyakit ini.

“PPOK tidak dapat disembuhkan, namun gejala akan membaik jika pasien menghindari faktor risiko dan menerima vaksin untuk mencegah infeksi. Hari COPD Sedunia merupakan acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap PPOK, meliputi faktor risiko, gejala dan keluhan, pencegahan dan penatalaksanaannya. . “dia berkata.

“Saya mengapresiasi kemitraan yang diinisiasi GSK Indonesia dan PDPI untuk terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap PPOK, salah satunya adalah Kampanye OK Lung Care,” lanjutnya.

Selama lebih dari 50 tahun, GSK telah menjadi pemimpin global dalam penyakit pernapasan, memainkan peran penting dalam membantu pasien penyakit pernapasan untuk bernapas lebih baik, tambah Manish Munot, Presiden dan CEO GSK Indonesia.

“Kami merasa terhormat dapat meluncurkan Kampanye OK Peduli Paru bersama PDPI yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru demi kualitas hidup dan produktivitas pribadi yang lebih baik, meskipun belum tentu kualitas hidup cuaca. dukungan,” kata Manish Munot. Foto Viral Polusi Udara Menutupi Langit Jakarta Selasa Pagi Polusi udara ini terlihat jelas dari foto yang diunggah fotografer bernama Indra Ardiputra melalui akun Instagram pribadinya @pakinro. kabarbin.com. co.id 5 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *