Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dewan Jasa Keuangan (OJK) menyatakan penghimpunan dana pasar modal masih tinggi. Khusus di pasar saham, saat ini ada sekitar 64 perusahaan yang merencanakan penawaran umum perdana (IPO) dengan nilai tercatat Rp 11,81 triliun hingga November 2023.

“Lima dari 64 emiten baru tersebut memiliki nilai indikatif lebih dari 500 miliar rupiah,” kata CEO OJK Markets Capital, Financial Derivatives and Carbon Exchange Inarno Djajadi dalam konferensi pers bulanan RDK November 2023, Senin (12/4/2019). 2023).

Inarno menjelaskan hingga November 2023, penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp 230,59 triliun dengan 74 emiten baru. Penggalangan dana ini memenuhi target pencapaian pada tahun 2023 yang ditetapkan sebesar Rp 200 triliun.

Dana yang dihimpun di pasar modal berasal dari 71 emisi dengan total nilai Rp52,99 triliun. Selain itu, terdapat 21 penawaran umum terbatas (PUT) atau right issue dengan total Rp 50,99 triliun.

Penggalangan dana juga diraih dari 11 penerbitan surat utang atau sukuk (EBUS) senilai Rp 10,47 triliun. Setelahnya, juga terdapat 94 penawaran umum bersama (PUB) EBUS tahap I, II dan seterusnya dengan total nilai Rp 116,14 triliun.

Sementara itu, masih terdapat 96 pipeline IPO dengan perkiraan nilai indikatif Rp 41,11 triliun, dimana 64 perusahaan di antaranya berencana IPO oleh emiten baru, kata Inerno.

Inarno meyakini, penciptaan dana di pasar modal akan tetap tinggi meski Indonesia memasuki tahun politik. Namun OJK menetapkan target penghimpunan dana di pasar modal pada tahun 2024 yang relatif konservatif yakni sekitar Rp 175 triliun hingga Rp 200 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *