Februari 27, 2024

DUBAI – PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani perjanjian pengembangan bersama (JDA) dengan PT PLN (Persero) dan ACWA Power untuk mengembangkan ekosistem green hydrogen dan green amonia di Kawasan Industri Petrokimia Gresik. Kerja sama ini ditandatangani bersamaan dengan COP28 atau Konferensi Tingkat Tinggi PBB tentang Perubahan Iklim Global di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (3/12/2023).

CEO Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengungkapkan kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Joint Development Study Agreement (JDSA) atau Studi Pembangunan Bersama tentang Hidrogen Hijau dan Amoniak Hijau yang ditandatangani pada Juli 2023. Dalam kajian tersebut, ketiga pihak mengumpulkan berbagai data, informasi dan melakukan kunjungan lapangan untuk mempersiapkan langkah selanjutnya.

“Ini merupakan kolaborasi global untuk mendukung pengurangan emisi karbon dioksida melalui pengembangan hidrogen hijau dan amonia hijau. Proyek ini akan semakin menstimulasi lingkungan investasi dan mengembangkan ekosistem energi hijau di Indonesia, selain mendukung tujuan pemerintah yaitu emisi net zero,” jelas Rahmad.

Dalam kerja sama tersebut, lanjut Rahmad, Pupuk Indonesia akan membentuk perusahaan patungan (JV) bersama PLN dan ACWA Power yang koordinatornya adalah ACWA Power. Perusahaan patungan ini akan melaksanakan proyek tersebut, termasuk pemilihan kontraktor EPC (Engineering, Procurement and Construction) dan penjualan amonia hijau ke pasar dalam dan luar negeri.

FYI: ACWA Power adalah investor dan operator pembangkit listrik Arab Saudi yang beroperasi di 13 negara. ACWA Power saat ini sedang mengerjakan proyek hidrogen ramah lingkungan terbesar di dunia, megaproyek Neom di Kerajaan Arab Saudi.

Dalam kerja sama tersebut, PLN mendukung pasokan listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan (REG) di Banyuwangi dan Pulau Madura. Listrik ini bersumber dari pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) atau pembangkit listrik tenaga angin atau surya (PLTS) dengan daya maksimal 200 MW.

Listrik tersebut kemudian disalurkan ke pabrik produksi anak perusahaan Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik, untuk menghasilkan hidrogen ramah lingkungan. Selain itu, hidrogen hijau diubah menjadi amonia hijau melalui pabrik amonia yang ada di kawasan industri pupuk Gresik.

“Jadi peran Pupuk Indonesia dalam kerjasama ini terkait dengan pengamanan lahan untuk pabrik green hydrogen di Gresik. “Hidrogen hijau tersebut kemudian diubah menjadi amonia hijau, termasuk memuat amonia hijau tersebut ke kapal untuk dijual ke konsumen dalam dan luar negeri,” jelasnya rinci.

Selain di Jawa Timur, Pupuk Indonesia telah menandatangani Perjanjian Studi Pembangunan Bersama (JDSA) atau Joint Development Study Agreement (JDSA) dengan PLN untuk green hydrogen dan green amonia di kawasan industri Pupuk Kujang di Jawa Barat.

Selain untuk memenuhi kebutuhan energi bersih di masa depan, percepatan pengembangan ini juga bertujuan untuk menjaga keberlanjutan pasokan amonia sebagai bahan baku pupuk. Karena amoniak merupakan bahan baku utama pupuk seperti urea, NPK, ZA, dll.

“Kolaborasi ini semakin memperkuat posisi Pupuk Indonesia sebagai pemain global yang tidak hanya menjadi pemasok pupuk pendukung ketahanan pangan di masa depan, tetapi juga pemasok amonia bersih sebagai sumber energi bersih masa depan,” jelas Rahmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *