Maret 3, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mainco Marves) Ad Interim Eric Thohir dan Menteri Perindustrian dan Ilmu Pengetahuan Australia Ed Husick menandatangani Memorandum of Understanding atau MoU untuk membentuk mekanisme kerja sama bilateral bagi Indonesia. Untuk mempromosikan kendaraan listrik (EV). Kantor Kementerian BUMN Australia, Jakarta, Kamis (23/11/2023). Hal ini menindaklanjuti komitmen pemerintah Indonesia dan Australia pada pertemuan para pemimpin tahunan untuk mendorong kerja sama dan kolaborasi di industri mobil listrik.

Eric mengatakan mekanisme bilateral ini akan memfasilitasi hubungan kerja sama yang saling menguntungkan, serta dukungan dalam pemetaan rantai pasokan dan ekosistem kendaraan listrik, berbagi praktik terbaik tentang standar dan tata kelola sosial lingkungan (ESG), mendukung transfer pengetahuan, memfasilitasi bisnis baru dalam bisnis. kemitraan. serta komite pengarah bersama untuk memandu alur kerja dan memantau hasil kerja sama.

“Indonesia dan Australia tidak hanya memiliki kedekatan geopolitik, namun sama-sama memiliki sumber daya mineral yang melimpah, serta berpeluang menjadi pemain utama dalam rantai pasokan kendaraan listrik global,” kata Eric.

Eric mengatakan, dua mineral utama yang digunakan pada baterai kendaraan listrik adalah nikel dan litium. Indonesia, kata Eric, telah mengembangkan industri hilir nikel menuju ekosistem mobil listrik selama lima tahun terakhir.

“Ada tiga pabrik yang beroperasi di Indonesia untuk memproduksi endapan hidroksida campuran yang merupakan bahan dasar prekursor baterai. Selain itu, beberapa proyek pembuatan baterai juga rencananya akan dimulai dalam beberapa tahun ke depan,” lanjut Eric.

Sedangkan, lanjut Eric, Australia memiliki 24 persen cadangan lithium dunia, atau terbesar kedua setelah Chile. Eric mengatakan Australia akan menyumbang 43 persen ekspor litium global pada tahun 2022.

Menurut Eric, Australia dapat memanfaatkan sumber daya lithium yang melimpah tersebut dengan berkolaborasi dengan Indonesia yang telah mengembangkan industri nikel sendiri, membangun poros baru ekosistem baterai mobil listrik, serta menjalin aliansi.

“Dengan komitmen Pemerintah Australia mengirimkan perwakilan dari Department of Industry, Science and Resources (DISR) dan Department of Climate Change, Energy, Environment and Water (DCEEW) ke Kedutaan Besar Australia di Jakarta, kami yakin MoU ini merupakan sebuah tonggak sejarah .Dalam kerja sama, “inilah yang sebenarnya ingin dicapai oleh Ambisi bersama,” kata Eric.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *