Februari 28, 2024

NEW YORK – Kuku astronot yang tumbuh di luar angkasa mungkin tumbuh lebih cepat, menipis, dan lebih mudah patah. Hal ini disebabkan beberapa faktor selain kekurangan oksigen dan gravitasi.

Seperti diberitakan Wion News, Selasa (28/11/2023), gravitasi di luar angkasa hanya sekitar sepersepuluh gravitasi bumi.

Hal ini menyebabkan cairan dalam tubuh, termasuk darah dan cairan kuku, terdistribusi secara berbeda. Hasilnya, kuku tumbuh lebih cepat dan tipis.

Sinar kosmik merupakan radiasi yang berasal dari luar tata surya. Radiasi ini dapat merusak DNA dan menyebabkan sel-sel kuku mati. Akibatnya kuku menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Oksigen di luar angkasa lebih sedikit dibandingkan di Bumi. Hal ini dapat menyebabkan kuku berhenti tumbuh.

Kuku astronot tumbuh di luar angkasa. Kuku tampak lebih tipis dan mudah patah. Buka di jendela baru

Astronot yang menumbuhkan kukunya di luar angkasa bisa menjadi masalah keselamatan. Jika kuku patah maka dapat menimbulkan luka infeksi.

Selain itu, kuku yang panjang dan tipis dapat menjadi kendala bagi astronot dalam menjalankan tugasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para astronot biasanya rutin memotong kukunya di luar angkasa. Mereka juga menggunakan krim khusus untuk menjaga kesehatan kuku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *