Maret 3, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat hingga akhir tahun 2023. Hal ini sejalan dengan potensi jendela peluang yang akan muncul pada tahun 2023, namun banyak katalis yang menjadi kendala.

“Kami menilai window spread masih mungkin terjadi, meski beberapa katalis kurang mendukung,” kata Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana saat dihubungi Liputan6.com, Senin (4/12/2023).

Dia mengatakan katalis yang kurang mendukung hal ini termasuk konflik Timur Tengah yang masih berkecamuk. Apalagi, perekonomian Tiongkok terus melambat dan suku bunga acuan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama. Namun penyelenggaraan Pemilihan Umum Parlemen (PEMILU) menjadi katalis positif.

“Bagi pendukungnya, IHSG kini memasuki tahun pemilu. Dimana pergerakan IHSG akan kuat secara historis,” ujarnya.

Pelaku pasar yang berkepentingan dengan aktivitas pemilu antara lain adalah konsumen sektor saham, sedangkan untuk window dressing dapat dicermati penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yaitu sektor perbankan.

Untuk saham preferen, Harditya memilih PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Secara year-to-date (ytd), IHSG menguat 3,06 persen ke level 7.059,91 pada penutupan perdagangan saham Jumat 1 Desember 2023. Investor asing menjual saham senilai Rp 13,64 triliun pada 2023.

Nilai pasar sahamnya mencapai Rp 11,125 triliun secara year to date. Total frekuensi perdagangan sebanyak 1.179.278 kali dan 19,18 miliar lembar saham diperdagangkan. Nilai transaksi Rp 10,54 triliun.

Sebelumnya, pada 1-27 November, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut menguat. Desember 2023. Analis menilai penguatan IHSG didorong oleh sentimen eksternal.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal Sabtu (2/12/2023), IHSG menguat 0,72 persen menjadi 7.059,90 dari pekan lalu 7.009,63.

Kenaikan IHSG juga diikuti kapitalisasi pasar saham pada pekan ini. Kapitalisasi pasar naik 0,64 persen menjadi Rp11,120 triliun dari pekan lalu Rp11,050 triliun.

BEI mencatatkan kenaikan rata-rata harian nilai perdagangan saham tertinggi selama sepekan. Rata-rata nilai transaksi harian meningkat 43,38 persen menjadi Rp13,72 triliun dari pekan lalu Rp9,57 triliun.

Rata-rata frekuensi perdagangan saham harian pada minggu ini meningkat 10,31 persen menjadi 1.239.339 kali perdagangan dibandingkan minggu lalu sebanyak 1.123.494 kali perdagangan. Dibandingkan pekan lalu yang berjumlah 21,88 miliar lembar saham, rata-rata perputaran saham harian meningkat 7,02 persen menjadi 23,42 miliar lembar saham.

Pada Jumat 1 Desember 2023, investor asing memborong saham senilai Rp 213,29 miliar. Selama sepekan, investor asing memborong saham senilai Rp 593,92 miliar. Namun pada tahun 2023, investor asing akan menjual saham senilai $13,64 triliun.

Analis PT MNC Securitas Harditya Vikaxana mengatakan, beberapa faktor selama sepekan ini mempengaruhi IHSG. Pertama, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun. Kedua, kebijakan Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral AS diperkirakan akan bersifat dovish. Katanya, “Dalam artian tidak ada kenaikan suku bunga, tapi akan meningkat dalam jangka waktu yang lama,” ujarnya.

Ketiga, inflasi di Amerika mulai mereda. Namun, ia telah memperingatkan terhadap perlambatan ekonomi Tiongkok.

Diperkirakan rupee akan terus melemah terhadap dolar AS dari dalam negeri selama seminggu ke depan dan kami mewaspadai adanya aksi ambil untung, ujarnya saat dihubungi Liputan6.com.

Pada Senin, 27 November 2023, Sukuk Mudharabah I Armadian Tritunggal 2023 PT Armadian Tritunggal 2023 (SMARMA01) tercatat di BEI dengan nilai Rp 2 triliun. Hasil pemeringkatan PT Credit Rating Indonesia adalah IRA- (Single A Minus) dan PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai wali atas Sukuk tersebut.

Pada Rabu, 29 November 2023, Obligasi Berkelanjutan III Barito Pacific Tahap II Tahun 2023 yang diterbitkan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) resmi dicatatkan dengan harga Rp 1 triliun. Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) adalah idA+ (Single A Plus) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai pengelola obligasi tersebut.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat pada tahun 2023 sebanyak 106 emisi dari 57 emiten dengan nilai Rp 116,29 triliun. Dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI dari 128 emiten berjumlah Rp461,22 triliun dan beredar Rp72,987 juta. Dolar Amerika. Obligasi Negara (SBN) seri yang tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai Rp 5.536,74 triliun dan Rp 486,11 juta. Dolar Amerika. 10 Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp 3,38 triliun.

PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI pada 30 November 2023. AYAM menjadi perusahaan ke-78 yang tercatat di BEI pada tahun 2023. AYAM beroperasi di sektor kebutuhan pokok konsumen dengan produk ikan, daging, dan unggas. – Industri.

Sebelumnya diberitakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia akan mencapai Rp 200 triliun pada akhir tahun 2023. Dengan demikian, sejauh ini sudah mencapai sekitar Rp 190 miliar.

Inarno Djajadi, Direktur Pelaksana Pasar Modal, Pengawasan Derivatif Keuangan dan Pertukaran Karbon OJK, mengatakan pihaknya berharap target penggalangan dana ini dapat dipenuhi. Bahkan ia berharap bisa melampaui target yang ditetapkan.

“Mudah-mudahan kita optimis tahun ini bisa mencapai target tersebut, bahkan mungkin lebih,” kata Inarno dalam jumpa pers, Senin (10/9/2023).

Di sisi lain, pasar saham Indonesia katanya 29 September 2023 melemah tipis 0,19 persen mtd menjadi 6.939,89 (Agustus 2023: 6.953,26), asing mencatatkan outflow terutama dari Rp 4,06 triliun mtd. Review transaksi (Agustus 2023: outflow Rp 20,10 triliun mtd).

“Banyak sektor yang bisa semakin menguat pada IHSG September 2023, antara lain sektor komoditas dan sektor energi,” ujarnya.

Secara YTD, IHSG tercatat menguat 1,30 persen dengan nonresiden membukukan penjualan bersih Rp5,24 triliun (Agustus 2023: 1,18 triliun ytd). Dari sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi pasar saham meningkat menjadi Rp 11,36 triliun mtd dan Rp 10,49 triliun ytd pada September 2023 (Agustus 2023: Rp 11,20 triliun mtd dan Rp 10,38 triliun ytd).

Sejalan dengan pergerakan global, pasar SBN mencatat arus keluar investor asing sebesar IDR 23.30 triliun mtd (Agustus 2023: Outflow IDR 8.89 triliun mtd), sehingga mendorong rata-rata pertumbuhan imbal hasil SBN sebesar 26.54 bps mtd di seluruh tenor. Secara YTD, imbal hasil SBN turun rata-rata 15,38 bps di seluruh tenor, dengan net beli nonresiden sebesar Rp 60,81 triliun ytd.

Di pasar obligasi korporasi, ICBI Bond Market Index melemah 1,18 persen mtd, namun masih menguat 5,91 persen menjadi 365,17 secara YTD (Agustus 2023: 0,09 persen mtd dan 7,17 persen ytd). Untuk pasar obligasi korporasi, aliran dana keluar dari investor nonresiden tercatat sebesar Rp349,15 miliar. mtd, dan YTD outflow masih tercatat sebesar Rp 911,13 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *