Maret 3, 2024

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Ibu Kota Kepulauan (OIKN) mengungkapkan IKN untuk pengiriman paket atau barang di Kalimantan Timur menggunakan teknologi drone dalam rangka penggunaan sistem logistik pintar.

“Sekarang mungkin kota, pasar, e-commerce atau penjual online menggunakan kurir sepeda motor untuk mengantarkan barang atau pesanan ke pelanggan, tapi nanti drone IKN yang akan membawa kita,” kata Direktur Transformasi Hijau OIKN Agus Gunawan kepada Antara. /12/2023).

Pemanfaatan teknologi drone dalam pengantaran paket ke masyarakat merupakan bagian dari penerapan sistem smart logistic di IKN.

Selain drone, sistem logistik pintar juga menggunakan teknologi lain seperti label pintar, Internet of Things dalam logistik, analisis rantai pasokan canggih AI (kecerdasan buatan), serta teknologi sistem pelacakan logistik.

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 63/2022 Berkenaan dengan Rencana Induk Ibu Kota Nusantara, Ibu Kota Nusantara dapat membantu melakukan perbaikan teknis atau cara pengangkutan.

Salah satunya adalah pengembangan solusi jaminan sosial dan penerapan teknologi baru yang mendukung transportasi barang jarak jauh seperti drone, dan kendaraan otomatis (AV). Pengiriman barang

IKN juga menggunakan konsep sistem penyerahan/pemeliharaan dengan tujuan menciptakan sistem pemeliharaan yang dampaknya minimal terhadap jalan kota dan meningkatkan keselamatan dari sektor lalu lintas.

Hal ini tergantung pada pengembangan sistem manajemen transportasi dan logistik di seluruh wilayah IKN di masa depan sedemikian rupa sehingga mengurangi konflik dengan penumpang, meningkatkan penggunaan ruang, dan menciptakan keuntungan bisnis.

Sebagai informasi, prinsip dasar pengembangan masyarakat IKN mencakup tiga konsep perkotaan, yaitu IKN sebagai kota hutan, kota spons, dan kota pintar.

Konsep Smart City dipandang sebagai inisiatif komprehensif untuk memperkuat pengembangan IKN Nusantara sebagai ibu kota Indonesia yang dinamis, inklusif, didukung masyarakat, dan siap menyongsong masa depan.

Otoritas Ibu Kota Kepulauan (OIKN) bertekad mempercepat penghijauan kawasan terdegradasi seperti bekas tambang untuk memastikan 65 persen wilayahnya menjadi hutan tropis.

“Kita harus bekerja keras di kawasan ini. Tidak hanya menanam pohon, tapi juga menciptakan hutan indah dengan keanekaragaman hayati,” kata Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnavati Safitri, Rabu (6/12/2023).

Melalui acara COP28 Dubai, Uni Emirat Arab, Otoritas IKN juga meluncurkan Nusantara Regional and Locally Ditentukan Kontribusi (RLDC), sebuah dokumen peta jalan yang bertujuan agar Nusantara menjadi kota tanpa udara bahkan karbon pada tahun 2045. tindakan yang diambil oleh

Pak Myrna mengatakan, pihaknya akan meluncurkan Nature Positive Plan sebagai dokumen yang sejalan dengan RLDC.

“Untuk mengendalikan dan mengendalikan deforestasi, kami juga menerapkan undang-undang pelarangan kontrak minyak sawit dan pertambangan. Bersamaan dengan itu, kegiatan-kegiatan penting yang terkait dengan organisasi lain dan lembaga penegak hukum terhadap kegiatan penambangan liar dilakukan bersamaan dengan kekerasan. .

IKN Kehutanan Upaya ini dilakukan mengingat sebagian besar kawasan hutan IKN berada dalam kemiskinan. Awalnya merupakan industri ekstraktif dan mengubah hutan alam menjadi hutan monokultur, perkebunan kelapa sawit, dan kawasan pertambangan.

Untuk itu, upaya penghijauan semakin digencarkan, sesuai komitmen IKN bahwa 65 persen dari 250.000 hektare IKN merupakan hutan tropis.

Di sisi lain, otoritas IKN juga ingin mengandalkan solusi alami untuk mengatasi permasalahan air yang mungkin terjadi di wilayahnya. “Kami tidak hanya ingin menurunkan emisi, tapi kami juga ingin menjadikan kepulauan ini sebagai kota ramah iklim,” kata Direktur Pengembangan Kehutanan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air OIKN, Pungki Vidyaryanto.

Ide lainnya adalah untuk mengatasi permasalahan air yang umum terjadi di Kalimantan Timur. Saat musim hujan, banyak wilayah yang rawan banjir, sedangkan musim hujan rawan kekeringan.

Untuk mengatasinya, kata Pungki, kita akan mengandalkan solusi alami dalam pengelolaan air. Misalnya, Otoritas IKN akan membangun di wilayah tengah bendungan penampungan air yang akan digunakan di kepulauan tersebut.

“IKN juga diciptakan sebagai kota spons yang mampu menyerap air hujan dari dalam tanah untuk mencegah banjir dan memulihkan siklus air alami. Langkah ini juga meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan IKN. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *