Februari 26, 2024

Malang – Penanggulangan sampah tisu toilet dalam jumlah besar di SD Mambul Hikam (Pompace), Desa Jatirejo, Kecamatan Divek, Provinsi Jombang, Jawa Timur, dimulai dengan susah payah. Perencana sekolah Islam telah mencapai kemajuan yang menarik.

Terobosan menarik tersebut melalui produksi kain lap ramah lingkungan yang kini digunakan oleh ratusan mahasiswi. Pelan-pelan, kan?

Pengurus Sekolah Islam Manajemen Mamboul Hikam, Maftuhkha Mustikovati menjelaskan, pada awalnya tidak ada masalah dengan sampah yang dihasilkan setiap hari akibat aktivitas siswa sehari-hari. Permasalahan ini muncul ketika sampah banyak dan didominasi oleh mahasiswi pencuci sampah.

“Sebenarnya kita hampir selesai mengolah sampah kita. Kendalanya (sampah) hanya pada kain cucian saja,” kata Mustikovati, Jumat, 20 Oktober 2023.

Untuk mengatasi masalah ini, sekolah menengah memutuskan bahwa siswa perempuan harus pindah. Siswa perempuan dihimbau untuk menggunakan waslap ramah lingkungan.

Karena (limbah pembalut) tidak bisa didaur ulang. Lalu akhirnya kami mendatangkan orang dari Jogja, mereka melatih kami, sampai kami selesai. Dan kemudian kami melanjutkan produksi. pembalut bagi lingkungan), kata Mustikowati.

Ia menegaskan, pelatihan tidak hanya dilakukan satu atau dua kali saja. Namun hal itu dilakukan secara rutin hingga Pondok mengunjungi pabrik Pampers ramah lingkungan di Kecamatan Sumobito.

“Tidak hanya sekali dua kali tapi kami juga melihat produksi (pembalut ramah lingkungan) di Sumobito dan itu perusahaan besar. Saya ke sana untuk belajar (cara membuat pembalut ramah lingkungan),” kata Mustikovati. .

Setelah berhasil memproduksi pembalut wanita yang ramah lingkungan. Sasaran utama produk ini yang menjangkau ratusan orang adalah para siswi hotel ini.

“Ini (pasar) ke pelajar, lalu ke banyak orang asing yang datang ke sekolah dan gubuk untuk belajar daur ulang sampah. Jadi sebelum (penjualan) keluar, kita sudah kewalahan (produksi),” kata Mustikowati.

Diakui Mustikovati, dalam sebulan, para siswi tersebut menghasilkan 3 ribu cucian pakaian di gubuknya.

“Kami mendapat 3 ribu syikal per bulan. Karena selain dari luar negeri, juga digunakan oleh sekolah-sekolah manajemen Islam terdekat yang dijadikan pembalut yang menjaga lingkungan,” ujarnya.

Diskusi penggunaan pembalut ramah lingkungan bagi siswi. Pejabat sekolah tari mewajibkan siswi tidak boleh membawa handuk sekali pakai, setiap orang harus menggunakan pembalut yang menjaga lingkungan.

“Setiap awal pembelajaran baru, kami melakukan kampanye bersama dengan para pengasuh perempuan untuk tidak terlalu banyak membawa popok sekali pakai. Dan mereka sudah terbiasa menggunakan pembalut yang menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada dua jenis waslap ramah lingkungan yang pernah dibuat oleh mahasiswi tersebut, dengan harga berbeda. Harga handuk ramah lingkungan pada malam hari berbeda dengan harga handuk ramah lingkungan yang digunakan pada siang hari.

“Ada dua jenis, hari pertama 18 ribu, malam 22 ribu (pembalut siang hari) 22 ribu.

Dengan harga yang terjangkau, kain laundry ramah lingkungan ini dapat digunakan hingga 5 tahun. Dan penggunaannya juga mudah, bisa dicuci bersih dan dijemur.

“Harga ini hanya untuk pembelian pertama ya? Gak akan beli lagi. Dan juga ramah lingkungan. Bisa tahan 4 tahun, 5 tahun. Dan mudah dicuci. Kalau dicuci, kita pasang. di bawah keran lalu hilang, lalu dibersihkan dan dijemur hingga kering,” ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini tidak ada gangguan kesehatan yang dialami siswi akibat penggunaan pembalut ramah lingkungan. Karena kain lap ini terbuat dari bahan berkualitas.

“Tidak ada masalah (kesehatan) ya, karena alat-alat itu pilihan mereka dan kualitasnya bagus, tapi yang sering jadi masalah adalah siswi tidak terbiasa mencuci pakaian yang membahayakan lingkungan, sehingga perlu dibiasakan. untuk itu, karena mereka harus mencuci pakaiannya,” kata Mustikovati. Pro Lingkungan, Industri Tekstil Perkuat Lingkungan Manufaktur Ramah Lingkungan Meningkatnya permintaan terhadap produk industri ramah lingkungan termasuk sektor tekstil dan tekstil (TPT) perlu dibarengi dengan upaya pemerintah dalam penguatan lingkungan hidup. kabarbin.com.co.id 7 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *