Maret 3, 2024

Liputan6.com, Jakarta – GIIAS 2023 akan menjadi fase pertama Chery Omoda 5 EV. Rupanya Omoda 5 EV adalah nama perkenalan. Nama asli yang dilepas ke pasaran adalah Omoda E5.

Rifki Setiawan, brand President PT Cheri Sales Indonesia (CSI) menjelaskan soal perubahan nama tersebut. Pada awalnya, keputusan menggunakan nama Omoda 5 EV untuk unit yang dipamerkan hanyalah nama sementara.

Saat itu terungkap bahwa nama EV yang menandakan versi listrik dari Omado 5 digunakan untuk menyederhanakan nomenklatur.

Cerita berlanjut, mantan presiden CSI Shawn Xu, yang juga menjabat sebagai CEO Omoda & Jakoo International, selalu menginginkan nama untuk produk baru.

Penamaan ini juga membuat produk Omoda lebih mudah dikenali dan dijual kepada masyarakat.

Jadi diputuskan untuk menggunakan nama universal E5. Nama ini harus berhubungan dengan pesan, simbol, dan hal-hal lain yang sudah diverifikasi. Kami ingin bersatu. Forum Jurnalis Otomotif (ForWatt), Minggu (3/12/2023).

Rifki juga mengungkapkan bahwa nama E5 memiliki arti Electric 5. Angka ini menunjukkan kategori kendaraan yang dibidik pasar. Rifqi mencontohkan Chery punya Tiggo 7 dan Tiggo 8, serta Tiggo 9. Ini mencerminkan segmen pasar dan fitur yang tersedia.

Rifki mengatakan, “Semakin besar angkanya, semakin tinggi kelasnya, semakin bagus fitur dan materialnya. Jadi Omoda E5 elektrik dan mengacu pada kelas menengah.”

Sejak diperkenalkan di pameran otomotif beberapa waktu lalu, Chery Omoda E5 sudah mendapat 400 pesanan. Seluruh pesanan akan dirakit dan diproduksi di fasilitas PT Handel Indonesia Motor di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

Investasi Chery di Indonesia untuk produksi EV telah mencapai Rp 250 miliar yang merupakan langkah awal untuk mendukung proses CKD, kata Rifki.

Produksi Omoda E5 untuk pesanan awal bisa selesai pada awal tahun 2024. Ada spekulasi unit Omoda E5 kemungkinan akan dikirim pada kuartal pertama atau Februari.

Menurut Rifki, Cherry punya rencana jangka panjang untuk Indonesia. Selain rencana membangun pabrik, Chery juga akan membangun pusat R&D untuk pasar Indonesia. Fasilitas ini akan menghasilkan produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar dalam negeri.

“Selain dalam negeri, kami juga akan fokus pada pasar ekspor, khususnya pasar setir kanan di ASEAN seperti Malaysia, Thailand. Apalagi di China, Chery dikenal sebagai merek yang fokus pada produksinya. Rifki.

Pengumuman ini sekaligus menandakan tidak butuh waktu lama bagi Chery untuk memilih rencana CKD. Kedepannya Cherry diharapkan mampu membangun fasilitas sendiri yang siap menghadapi pasar dalam dan luar negeri.

“Kapanpun dan dimanapun kami tetap siap,” kata Rifki. Kawasan industri Karawang sudah memiliki sistem yang baik, namun kawasan Petimban juga sangat menarik untuk diperlancar ekspornya. Kita lihat saja, karena masih di pusat. “Seharusnya berasal dari Cherry.” ,

Sumber: Oto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *