Februari 28, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO – Pemerintah Indonesia bertekad menjadikan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada pendapatan. Pesatnya pertumbuhan lima destinasi wisata penting. Kelima lokasi tersebut adalah Borubudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Menteri Kelautan dan Perikanan Erick Thohir mengumumkan peresmian Golo Mori Convention Center (GMCC) dan Rapat Koordinasi Nasional Lima Destinasi Wisata Prioritas Tinggi di Labuan Bajo pada Rabu (12/06/2023) yang diberitakan tahun 2022. PDB Indonesia angkanya Rp 19,588 triliun.

Sedangkan 12,2 persennya berasal dari pertambangan yakni Rp2.393 triliun, sedangkan hanya 3,6 persen yang berasal dari pariwisata yakni Rp705 triliun. Terkait hal tersebut, ia mengaku sudah mengetahui sejak awal apa yang diinginkan Presiden Jokowi, yaitu mengembangkan pariwisata.

“Pariwisata harus terus berkembang untuk menghilangkan ketergantungan pada pendapatan.

Dengan kata lain, Indonesia bisa memiliki modal nasional dan budaya, keindahan alam, dan masyarakat yang ramah. “Kenapa kita tidak punya ide yang sama untuk mengembangkan pariwisata ke depan.

Menurut Erik, pariwisata merupakan pendukung terbesar aktivitas dan pertumbuhan UKM. Di sini, pertumbuhan ekonomi masa depan tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada pariwisata dan industri kreatif, industri digital.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjelaskan Rakornas membahas beberapa gagasan bagaimana mempromosikan pariwisata di Indonesia, khususnya implementasi lima destinasi wisata tersebut.

Antara lain meningkatkan konektivitas di 13 bandara yang akan dijadikan hub untuk meningkatkan jumlah wisatawan, termasuk Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo yang ditargetkan mampu menampung 12 -15 juta pengunjung pada tahun depan. turis asing.

Kemudian membagi Indonesia Tourism Fund (ITF) menjadi lima bidang penting. Anggaran baru sebesar Rp 1,2 triliun dipilih agar seluruh kegiatan di lima besar destinasi wisata tersebut menjadi mesin perekonomian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *