Februari 28, 2024

JAKARTA – Data Diabetes in Children (CDiC) menyebutkan jumlah kasus diabetes pada anak kini mencapai 1.100 kasus. Diabetes tipe 1 mendominasi kasus ini. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Ketua Pusat Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K).

“Pada anak-anak, 90-95 persen diabetesnya adalah tipe 1, yaitu pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin sehingga perlu dikontrol sepanjang hidup. Masalahnya ketika anak memasuki usia remaja, mereka merasa bosan dan. segera. Makanya mereka butuh dukungan komunitasnya,” ujarnya dalam media briefing virtual di Jakarta, Sabtu, 11 November 2023. Simak selengkapnya.

Di ruang diskusi yang sama, pemimpin proyek Changing Diabetes in Children (CDiC) sekaligus direktur eksekutif International Pediatric Association/World Pediatric Association, Prof. Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), menambahkan, jika anak mengalami gejala berikut, hal pertama yang harus dipikirkan adalah diabetes.

“Semua orang tua harus menyadari bahwa jika seorang anak pada usia berapapun banyak minum, makan banyak, banyak buang air kecil, berat badan turun dan tampak lesu, gejala pertama yang harus dipikirkan adalah diabetes.

Selain itu, jika anak yang sebelumnya tidak mengompol tiba-tiba mulai mengompol lagi, orang tua patut curiga.

“Selain itu, jika anak sudah lebih besar dan sebelumnya tidak mengompol dan sekarang mengompol, diabetes harus dipertimbangkan terlebih dahulu,” katanya.

Jika gejala tersebut tidak diketahui dan kondisi anak semakin parah sehingga dilarikan ke rumah sakit, Prof. Aman menawarkan serangkaian tes, termasuk pemeriksaan gula darah, yang juga wajib dilakukan.

“Misalnya Anda tidak memahami gejala-gejala tersebut, jika Anda dalam keadaan darurat di rumah sakit atau pusat kesehatan mana pun, selain tekanan darah, periksa gula darah Anda, banyak juga yang seperti itu, karena gejalanya tidak sama. . Karena orang tuanya tidak mengikuti, tidak mengenal anak, datang dan menjelaskan ke IGD dengan gejala sesak nafas dan sebagainya,” tutupnya.

Prof. Aman juga mengatakan, gejala seperti banyak makan, banyak minum, dan lain-lain yang disebutkan di atas merupakan kondisi awal seorang anak mengalami gejala yang mengarah pada berkembangnya penyakit diabetes. Namun bila kondisi anak memburuk, segera lakukan pemeriksaan yang dianjurkan.

“Yang saya bilang makan banyak, banyak minum, banyak buang air kecil, kalau kena dari awal. Tapi kalau ke IGD, kalau datangnya serius, selain darah dan lain sebagainya, oksimetri dan periksa. gula darahnya,” ujarnya. Profesor Aman Bhakti Pulungan punya 5 ide perjalanan liburan anak agar orang tua tidak bosan. kabarbin.com.co.id 8 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *