Februari 27, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, kembali mencatatkan rekor penjualan pada November. Penjualan BYD sedang meningkat, dengan lebih dari 170.000 kendaraan listrik terjual bulan lalu.

BYD mencatat penjualan 301,903 kendaraan listrik baru di bulan November, naik 31 persen dari November tahun lalu. Angka ini termasuk kendaraan hybrid plug-in (PHEV), namun untuk pertama kalinya angka tersebut melampaui Nissan dalam penjualan bulanan.

Nissan menjual 279.102 kendaraan, meningkat 5 persen dibandingkan tahun lalu. Ekspansi BYD terjadi karena permintaan mobil listrik di pasar-pasar utama terus meningkat.

Penjualan kendaraan listrik murni BYD naik menjadi 170.150 unit pada bulan lalu, naik 3 persen dari penjualan kendaraan listrik pada bulan Oktober sebanyak 165.505 unit. Sementara itu, penjualan PHEV turun 3 persen bulan ke bulan.

Mobil listrik memberikan kontribusi terbesar, yaitu sebesar 56,4 persen dari total penjualan, dibandingkan dengan 54,9 persen pada bulan Oktober dan 52,5 persen pada bulan September.

Pertumbuhan ini terjadi seiring BYD melakukan ekspansi ke pasar internasional. BYD menjual 30.629 NEV di luar negeri bulan lalu setelah meluncurkan model baru di Jepang, Eropa dan pasar utama lainnya.

BYD memimpin pasar luar negeri seperti Thailand, Brazil dan Kolombia. Itu juga tumbuh di Australia, India, Hongaria, Meksiko, dll.

BYD mendekati Tesla

Penjualan meningkat pada bulan November karena BYD mengambil alih posisi Tesla sebagai pembuat mobil listrik terbesar di dunia.

Tesla, yang tidak memberikan pembaruan penjualan bulanan, mengirimkan 435,059 EV pada kuartal ketiga. BYD mengirimkan 3,500 unit pada kuartal ketiga, memproduksi 431,603 model listrik.

BYD berada di jalur yang tepat untuk mengakhiri tahun ini dengan 33,655 kendaraan listrik terjual dalam dua bulan terakhir. Tesla menargetkan memproduksi 1,8 juta EV tahun ini. Sementara BYD mengirimkan 1,38 juta mobil listrik pada November.

Tesla berharap peluncuran Cybertruck dapat membantu mendongkrak penjualan hingga akhir tahun. Baik BYD dan Tesla telah memangkas harga tahun ini untuk meningkatkan permintaan di tengah persaingan baru.

BYD juga memangkas harga bulan ini sebagai promosi akhir tahun karena ketatnya persaingan kendaraan listrik. Wang Chuanfu, CEO BYD, mengatakan perusahaannya sepenuhnya siap menghadapi perang harga selama tiga hingga lima tahun sebelum tahun ini. Dia menambahkan bahwa BYD yakin akan memperoleh pangsa pasar pada saat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *