Maret 3, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan beberapa rekomendasi untuk melindungi anak dari pneumonia. Salah satunya adalah peningkatan surveilans infeksi saluran pernapasan pada anak penderita pneumonia.

Selain itu, fasilitas pemerintah perlu diperluas untuk menyediakan fasilitas pengujian untuk mendeteksi bakteri penyebab pneumonia pada anak, antara lain Streptococcus pneumoniae, RSV, Mycoplasma pneumoniae, dan lain-lain, kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basrah Yanuarso dalam pesannya. Keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/12/2023).

Piprim merekomendasikan agar rumah sakit, klinik, dan puskesmas di Indonesia secara berkala menganalisis data jumlah pasien/kunjungan dan kematian akibat infeksi saluran pernapasan/pneumonia untuk melaporkannya dan memberikan prediksi dini jika jumlah kasus meningkat secara signifikan. Data dianalisis untuk penerimaan, rawat inap dan unit gawat darurat yang ditemukan.

“ASI eksklusif, imunisasi lengkap, dan kadar vitamin A yang tinggi sangat penting dalam mencegah pneumonia pada bayi dan anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Piprim menegaskan, perusahaan perlu meningkatkan praktik Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sangat disarankan untuk tetap melanjutkan praktik mencuci tangan dan memakai masker.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *