Februari 25, 2024

Beijing – China telah menciptakan robot kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengekstraksi oksigen dari air di planet Mars tanpa pengawasan manusia. Robot tersebut telah diuji dalam simulasi lingkungan Mars, diharapkan suatu saat dapat digunakan untuk membantu manusia yang tinggal di Planet Merah.

Ilmuwan Tiongkok membangun robot bergerak yang mengotomatiskan seluruh proses ekstraksi oksigen dari lima sampel meteorit mirip Mars dan mirip Mars. Mereka juga menguji sistem tersebut dalam simulasi lingkungan medan Mars.

Yang terpenting, AI mencari formula sempurna untuk menghasilkan oksigen di setiap sampel dari hampir 4 juta kemungkinan kombinasi. Bagi manusia, proses ini memakan waktu lebih dari 2.000 tahun.

Para peneliti dalam makalah yang diterbitkan pada 13 November di jurnal Nature menjelaskan bahwa produksi oksigen dari zat seperti air, yang disebut reaksi evolusi oksigen (OER), sangatlah penting. Sintesis sumber daya yang berguna dari bahan-bahan lokal di Mars akan sangat penting bagi kehidupan manusia di Planet Merah.

“Studi kami memberikan demonstrasi bahwa ahli kimia robotik yang menggunakan AI canggih dapat mensintesis katalis OER di Mars dari bahan lokal,” tulis para peneliti dalam penelitian tersebut, dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Kamis (30/11/2023).

Langkah pertama dalam memproduksi oksigen melibatkan pengiriman sampel meteor ke fasilitas laboratorium untuk analisis otomatis. Robot kemudian melakukan pemrosesan awal, menghilangkan kotoran dan material yang tidak diinginkan.

Robot tersebut kemudian menggunakan bahan-bahan dalam meteor tersebut untuk menghasilkan katalis, sebuah proses yang disebut sintesis katalitik, yang diuji dalam uji kinerja elektrokimia. Katalis jenis ini dapat diproduksi dengan sumber daya yang tersedia, dan bekerja paling efisien untuk menghasilkan oksigen.

Di sinilah ahli kimia AI berperan dalam memilih berbagai katalis dengan tepat karena ini merupakan langkah penting. Modul komputasi pada robot, yang dikenal sebagai “otak komputasi”, menggabungkan algoritma pembelajaran mesin dengan model teoretis untuk menganalisis data eksperimen yang diperoleh robot dan data simulasi masif.

Saat robot bekerja mengumpulkan informasi, ia mengirimkan data eksperimen tersebut ke server cloud, tempat otak komputasi menggunakan pembelajaran mesin untuk menjalankan puluhan ribu simulasi guna memprediksi cara terbaik menghasilkan oksigen. Data ini dimasukkan ke dalam model jaringan saraf, yang dengan cepat dilatih ulang dan dioptimalkan dengan data eksperimen baru dari robot.

Algoritma ini mengidentifikasi kombinasi bahan terbaik untuk mensintesis katalis OER terbaik, yang diverifikasi oleh robot kimia kecerdasan buatan. Robot kemudian meneteskan tinta katalis yang dioptimalkan ke meteor yang digunakan bersama dengan elektroda untuk menghasilkan oksigen.

“Sistem ini juga dapat digunakan untuk menghasilkan banyak bahan kimia dan senyawa lainnya,” tulis para peneliti dalam artikel tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *