Februari 27, 2024

kabarbin.com – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional; Perancang busana kenamaan Tanah Air Didiet Maulana menggandeng Shopee menghadirkan proyek batik bertajuk ‘Kisah Batik Masa Kini’.

Dalam upacara ini, Didiet Maulana mengungkapkan antusiasmenya terhadap para penjual batik di Indonesia yang semakin banyak menjual produknya ke luar negeri. Hal itu diungkapkan Didiet saat menjadi narasumber pada acara Batik Stories Oni yang diselenggarakan oleh Shopee dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2023.

“Sebenarnya sebagai penyelenggara kebudayaan di Indonesia, salah satu tujuan saya adalah menyebarkan batik sebagai warisan budaya pulau dan menjadi faktor penting dalam pengembangan budaya internasional. Bahkan, para pegiat UMKM di Tanah Air juga telah melakukan hal tersebut dengan menggunakan teknologi digital melalui Shopee, kata Didiet.

Monica Vionna, Head of Sales Promotion Shopee Indonesia, membenarkan penjualan batik mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Data yang kami punya, semakin banyak kami hadir, penjualan batik semakin banyak. Bukan berdasarkan musim tertentu, tapi penjualan batik meningkat. “Pada tahun 2023 saja, jutaan produk batik hasil kreasi mitra UMKM lokal berhasil dijual di Shopee bahkan hingga ke luar negeri,” jelas Monica.

Didiet menambahkan, batik terus mengalami kemajuan baik dari segi motif maupun gaya.

“Dulu batik mungkin hanya dipakai untuk acara-acara. Lalu mengapa batik begitu populer di kalangan masyarakat saat ini?” Ya, Karena sudah membaik baik secara ideologis maupun dari semua sisi. Memakainya membuat batik semakin menarik,” imbuhnya.

Desain tradisional ini mendefinisikan banyak gaya modern yang menjadi tren dalam dunia budaya batik.

“Salah satu tren desain saat ini adalah desain geometris, yang menggabungkan elemen geometris dan banyak bentuk yang tidak konvensional. Motif ini memberikan nuansa lebih modern dan cocok untuk fashion sehari-hari. Selain itu, motif bunga-bunga dengan warna cerah menjadi pilihan menarik untuk tampilan lebih segar dan semarak seperti batik Damakara, kata pendiri IKAT Indonesia ini.

Kisah Batik Damakara, sebuah gerakan sosial yang sukses menjadi bisnis besar

Salah satu seniman UMKM yang hadir dalam acara Batik Stories hari ini adalah pemilik brand Damakara, Dini Prihastiti. Damakara merupakan salah satu brand asal Bandung yang merupakan salah satu penjual batik yang sukses mengembangkan usahanya melalui marketplace shopee.

“Jadi saya dan suami Bheben menulis Damakara pada tahun 2019, didukung oleh Iris Grace, seorang anak berkebutuhan khusus yang mengekspresikan dirinya melalui seni lukis, dan hasil lukisannya dinilai bagus oleh kurator, sehingga kami bekerja sama untuk menciptakan produk, berkolaborasi dengan anak-anak berkebutuhan khusus, lalu usaha yang kami buat di tahun 2020 ini sangat sulit, karena adanya wabah penyakit. “Akhirnya kami mencoba go digital melalui shopee, alhamdulillah. Terus dan terus berkembang,” kata Dhini

Sebagai pegiat UMKM, Dhini merasa Damakara harus berkembang lebih jauh agar bisa terus membantu anak-anak berkebutuhan khusus.

Dhini menambahkan, “Damakara, ini bisnis sosial. Awalnya kami tidak berjualan di marketplace, tapi meski bisnis sosial, Damakara tetap bagus. Seiring berjalannya waktu, pelanggan meminta penawaran melalui Shopee. Karena mudah , akhirnya kami belajar cara berjualan di Shopee. “Kemudian bisnis kami semakin berkembang, dan konversi kami meningkat sebesar 770%,” tambah Dhini.

Diakui Dhini, setelah terjun ke dunia e-commerce, pangsa pasar Damakara meluas ke seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara. Didirikan oleh Dhini Prihastiti dan Bheben Oscar, merek ini berbasis di Malaysia. Juga dijual di Singapura dan Taiwan. Membuka UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kontribusi BRI terhadap pengembangan UMKM. kabarbin.com.co.id 7 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *