Februari 27, 2024

kabarbin.com Tekno – Para arkeolog di Peru menemukan 73 mumi dari situs pemakaman peradaban Wari berusia 1.000 tahun. Beberapa jenazah laki-laki dan perempuan dikuburkan dengan ukiran topeng kayu dan keramik yang dikenal dengan sebutan “kepala palsu”.

Menurut Live Science, pada Kamis, 30 November 2023, sebuah makam ditemukan di situs arkeologi Pachacamac yang terkait dengan budaya Wari, dekat Lima, ibu kota Peru.

Mereka dimakamkan di dekat Kuil Lukis Wari dan dibangun antara tahun 800 dan 1100 ketika Kerajaan Wari berkembang di wilayah tersebut.

Makam sudah ada di Amerika Selatan bagian barat beberapa ratus tahun sebelum Kekaisaran Inca. Sebanyak 73 mumi dibungkus kain, beberapa di antaranya diwarnai dan diikat dengan tali.

Krzysztof Makowski, kepala penelitian arkeologi di situs tersebut dan arkeolog di Universitas Katolik Kepausan Peru, mengatakan suku Wari terkenal dengan budaya mumi yang terpelihara dengan baik, artefak kompleks, termasuk keramik dan tekstil yang dirancang dengan rumit.

Mereka juga melakukan pengorbanan manusia dan menggunakan halusinogen selama ritual. Tembikar berwarna juga ditemukan di beberapa kuburan. Banyak jenazah laki-laki dan perempuan yang dikuburkan dengan menggunakan ukiran kayu dan topeng tembikar.

Para arkeolog menemukan dua batang kayu di sisa-sisa pemukiman dekat kuburan. Kedua sabuk tersebut diukir dengan murtimanjan, menandakan bahwa masyarakat Pachacamac pernah melakukan kontak dengan masyarakat kerajaan Tiwanaku yang kini menjadi bagian dari Peru, Bolivia, dan Chili.

“Setiap tongkat memiliki ukiran seorang pejabat yang mengenakan hiasan kepala yang mirip dengan hiasan kepala yang dikenakan masyarakat kerajaan Tiwanaku,” kata Krzysztof Makowski. Penggalian dan analisis sisa-sisa di Pachakamak sedang berlangsung. Dalam bahasa Quechua yang dituturkan oleh penduduk asli Andes, nama Pachakmac berarti “pemberi kehidupan di bumi”.

Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Pachacamac adalah pemukiman yang relatif sederhana pada masa Kekaisaran Wari, tetapi kemudian berkembang di bawah pemerintahan Inca pada abad ke-15. Pada masa Inca pada abad ke-15, tempat ini merupakan tempat utama peribadahan agama. Bom Israel menghancurkan masjid kuno abad ke-13 di Gaza Pesawat tempur Israel membom masjid kuno Othman bin Kashkar di Gaza, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada rumah-rumah di dekatnya. kabarbin.com.co.id 8 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *