Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berdasarkan data UNICEF tahun 2018, dua hingga tiga anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap jam di Indonesia akibat pneumonia. Hal ini menunjukkan bahwa pneumonia masih menjadi penyakit yang harus diwaspadai.

Dokter Spesialis Anak, Sub Spesialis Respirologi Anak, RS Pondok Indah – Pondok Indah, Dr. WahyuniIndawati menjelaskan, pneumonia pada anak biasanya berasal dari penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut Atas (ISPA Atas). Secara umum gejala pneumonia diawali dengan demam, batuk atau pilek, diikuti gejala sesak napas yang biasanya muncul dalam 14 hari dan bersifat akut.

Gejala gangguan pernafasan ditandai dengan adanya upaya pernafasan yang berat seperti adanya tarikan pada dinding dada saat bernafas atau adanya pernafasan melalui hidung. Sesak napas merupakan tanda anak kekurangan oksigen. “Jika hal ini terjadi pada anak Anda, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya dalam siaran pers Republika.co.id, Kamis (12-07-2023).

Bagaimana cara mengenali kalau si kecil kesulitan bernapas? Hitung laju pernapasan anak Anda dalam 1 menit dengan meletakkan tangan Anda di dada.

Sesak napas ditandai dengan laju pernapasan yang cepat, yaitu:

Lebih dari 60 kali per menit untuk usia di bawah 2 bulan Lebih dari 50 kali per menit untuk usia 2 bulan – 1 tahun Lebih dari 40 kali per menit untuk usia 1 tahun – 5 tahun Lebih dari 30 kali per menit untuk usia di atas 5 tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *