Februari 25, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Viral di media sosial soal calon wakil presiden nomor 2, Gibran Rakabuming Raka yang salah menyebut asam sulfat dijadikan makanan ibu hamil. Yang disampaikan Wali Kota Solo adalah asam folat, salah satu jenis vitamin B kompleks yang cukup dibutuhkan ibu hamil.

Jadi kalau hamil harus dicek, misalnya asam sulfat, apakah cukup yodium atau tidak, kata Gibran dalam Acara Diskusi Ekonomi Kreatif yang digelar, Minggu (3/12/2023) di Jakarta Selatan.

Namun setelah viral, Gibran memperbaiki kesalahannya sehari kemudian. Dalam salah satu program yang diusungnya, putra Presiden RI Joko Widodo ini memasukkan penurunan angka stunting.

Apa sebenarnya asam sulfat itu?

Diketahui bahwa asam sulfat merupakan salah satu jenis bahan kimia yang umumnya digunakan untuk membuat baterai. Zat ini juga dapat menjadi bahan baku proses produksi pupuk.

Dikutip dari Medicine Net, Selasa (12/5/2023) Sulfat merupakan garam yang terbentuk ketika asam sulfat bereaksi dengan bahan kimia lainnya. Ini adalah istilah luas yang digunakan untuk menggambarkan dua bahan kimia utama berbasis sulfat sintetis, yaitu sodium lauryl sulfate (SLS) dan sodium laureth sulfate (SLES). Itu dihasilkan dari minyak bumi dan sumber nabati seperti kelapa dan minyak sawit.

Bahan ini sudah banyak ditemukan pada produk pembersih dan produk perawatan pribadi seperti sampo sejak tahun 1930-an. Sulfat dapat menarik minyak dan air.

Karena sifat ini, ia dapat menempel pada air dan minyak/kotoran serta dapat dihilangkan dari rambut, kulit, dan permukaan. Sulfat berperan sebagai surfaktan atau zat yang mengurangi tegangan permukaan cairan seperti minyak dan air sehingga lebih mudah menyebar. Kegunaan utama SLS dan SLES adalah untuk menghasilkan busa dan menghilangkan minyak dan kotoran. Busanya juga memberikan kesan daya pembersih yang lebih kuat.

Sulfat dapat ditemukan pada sabun cair, deterjen (laundry dan mesin pencuci piring), sampo, pasta gigi, pupuk dan pestisida.

Apakah sulfat aman?

Tidak ada bukti bahwa sodium lauryl sulfate (SLS) dan sodium laureth sulfate (SLES) berhubungan dengan kanker, infertilitas, gangguan perkembangan, atau penyakit lainnya. Oleh karena itu, sulfat tidak terlalu berbahaya atau berbahaya.

Namun, terdapat banyak kontroversi seputar produk sulfat karena dampaknya terhadap kulit, rambut, dan lingkungan. Senyawa ini perlahan dapat terakumulasi di dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, namun jumlahnya biasanya minimal dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang serius.

Risiko penggunaan produk dengan SLS dan SLES…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *