Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus Covid-19 meningkat di penghujung tahun. Negara tetangga Singapura baru-baru ini menarik perhatian dengan menamai varian EG.5. Sementara itu, terjadi pula peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia pada bulan Oktober hingga November 2023.

Di awal 2.-8. Pada bulan Oktober terdapat 65 kasus, sedangkan pada 20-26 November terdapat 151 kasus, lebih dari dua kali lipat. Saat ini ada satu pasien yang meninggal dalam waktu dua bulan.

Melihat situasi tersebut, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Profesor DR. Erlina Burhan meminta Kementerian Kesehatan (Kemenx) menyediakan vaksin di beberapa fasilitas kesehatan. Hal ini ditegaskan sebelum akhir Desember yang berarti vaksin masih gratis.

“Kami menginformasikan kepada Kementerian Kesehatan mengenai pembelian vaksin tersebut karena artinya vaksin Covid-19 masih ditanggung oleh pemerintah dalam tiga minggu hingga akhir Desember,” kata Erlina dalam keterangan online. Siaran pers, Rabu (6/12/2023).

Vaksin tidak akan gratis tahun depan. Oleh karena itu, IDI menegaskan biaya vaksin tidak terlalu mahal.

“Harga vaksinnya tidak mahal, karena demi masyarakat, kami mengimbau agar harganya diturunkan. Harganya bagaimanapun juga, dibeli oleh Kementerian Kesehatan dari produsennya, dan bila perlu harus lebih rendah. ,” dia berkata. .

Erlina juga mengajak masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. Misalnya saja memakai masker saat berada di tempat umum dan bepergian, membatasi waktu berada di ruang tertutup, dan mendapatkan suntikan booster Covid-19.

“Menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi terbukti menyelamatkan kita dari pandemi Covid-19. Mari kita mulai kembali menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *