Maret 3, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks, generasi muda tidak cukup hanya memiliki keterampilan sederhana, mereka juga harus memiliki keterampilan untuk hidup. Jika mereka bisa bertahan hidup dan memastikan mereka tidak dirugikan di kemudian hari, mereka bisa bermanfaat bagi orang lain.

“Semangat hidup atau spirit untuk hidup dan berdaya saing menjadi kunci utama yang dibutuhkan generasi muda Indonesia saat ini. Tidak hanya mampu bertahan menghadapi zaman, namun juga membawa banyak manfaat karena harus kuat. , dan kunci keberhasilannya adalah inovasi yang tinggi,” ujar Armand W. Hartono, Associate Vice President PT. Bank Central Asia, Tbk., pada acara Dreamfest: Build the Future yang diselenggarakan oleh Djarum Foundation dan Alumni Djarum Scholarship Plus Ikatan (IKA DBP) pada Sabtu (25/11/2023), di ruang konferensi SMESCO Jakarta.

Di tingkat korporasi, lanjut Armand, manajemen harus mau terbuka dan menerima inovasi berdasarkan perkembangan saat ini. Kemitraan generasi muda yang penuh semangat dan manajemen yang terbuka terhadap kemajuan teknologi merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan yang kuat dan kompetitif.

Alumni IKA DBP turut serta dalam diskusi tersebut, yaitu Aang Permana (Pemilik Beswan Djarum 2010/2011 dan Sipetek Crispy), Indra Rudiansyah (Peneliti Beswan Djarum 2011/2012 dan AstraZeneca) dan Prof. Ismunandar (Beswan Djarum 1989/1990 dan Deputi UNESCO Indonesia) sebagai pembicara utama. Keikutsertaan seluruh angkatan lulusan Beswan Djarum dalam acara ini menjadi bukti nyata bahwa kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman merupakan hal yang wajib dimiliki setiap orang.

Indra Rudiansyah, salah satu peneliti pengembangan vaksin AstraZeneca, mengatakan perkembangan terkini mendorong generasi muda untuk memperluas zona nyamannya agar berani melakukan perbaikan.

Kemampuan individu untuk meningkatkan kemampuannya, lanjut Indra, penting bagi generasi baru. Kini dengan begitu mudahnya mendapatkan informasi, banyak lembaga pendidikan yang mengintegrasikan teknologi.

Oleh karena itu, diperlukan dedikasi dan konsistensi dalam dunia pendidikan agar generasi baru Indonesia mampu bersaing secara global di masa depan. Salah satu peluang untuk mengembangkan diri adalah dengan mencoba berbagai beasiswa dari lembaga pemerintah maupun swasta. “Sebagai Djarum Beasiswa Plus, pengalaman saya sebagai pakar Djarum telah membentuk siapa saya, dimana setiap orang didorong untuk menjadi yang terbaik yang mereka bisa. “Kesempatan untuk mendapatkan pelatihan berbeda yang tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir saya tetapi juga pengetahuan sederhana adalah sebuah kebahagiaan bagi saya. diberikan kepada saya, memotivasi untuk lebih maju dan bersaing di dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Aang Permana yang memenangkan Kick Andy HERO pada tahun 2017 juga memberikan semangat kepada para peserta Dreamfest. Ia berani meninggalkan pekerjaannya di Jakarta di industri minyak dan gas dan memutuskan untuk mengembangkan bisnis di kampung halamannya.

Dukungan beasiswa Djarum Plus yang ia terima semasa kuliah memotivasinya untuk memberi manfaat bagi orang-orang disekitarnya, setidaknya di lingkungan tempat tinggalnya. Ia kemudian membuka lapangan kerja dan mendirikan Sipetek Crispy. Dari ikan sipetek dijual 20 ribu. Dalam Rp, Aang bisa mendapat penghasilan hingga 500 juta setiap bulannya.

Sejak tahun 1984, program Djarum Beasiswa Plus telah mendukung generasi muda Indonesia yang berhasil mengikuti berbagai program beasiswa dan pelatihan soft skill, sehingga ribuan di antaranya tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berdaya. keterampilan dan karakter.

Djarum Scholarship Plus telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 13.397 mahasiswa berprestasi di lebih dari 127 universitas terkemuka di Indonesia.

“Tidak hanya fokus pada community building melalui pendanaan beasiswa, program kami juga memberikan nilai tambah bagi mahasiswa Djarum melalui berbagai pelatihan pertamanan dan pengembangan serta wawasan. Kami ingin mahasiswa Djarum memahami perlunya mampu hidup dan bersaing bersama dengan soft pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Indonesia berdaya sepenuhnya,” kata Primadi H. Serad, Direktur Program Yayasan Bakti Pendidikan Djarum, dalam siaran persnya, Selasa (5/12/12).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *