Maret 3, 2024

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serius terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata. Setelah sukses melaksanakan Kampanye Sadar di penghujung tahun 2023, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah tersertifikasi SDM dalam 6 Destinasi Wisata Prioritas (DPP).

Hal itu terungkap jelas dalam acara bertajuk Evaluasi Sumber Daya Manusia Program Sertifikasi Pariwisata yang digelar di Hotel Aston Kartika Grogol, Kamis, 30 November 2023. Ini merupakan usulan unggulan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan dari Kementerian Pariwisata. Kementerian. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menggunakan dana PHLN (Grant Foreign Loan) dari World Bank, project ITDP 8861-ID.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Titik Lestari mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir dari Program Sertifikasi Sumber Daya Manusia Pariwisata dalam meningkatkan dan memperoleh pengakuan kompetensi Sumber Daya di Bidang Pariwisata.

“Tujuan dari program ini adalah untuk menjamin terpeliharanya tenaga kerja yang berkualitas bagi sektor pariwisata”, dengan pembuktian kompetensi berupa sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP (Dewan Nasional Sertifikasi Profesi) di 6 DPP, jelasnya.

Secara rinci, jelas Titik Lestari, hingga akhir tahun 2023 Kemenparekraf telah melampaui target sertifikasi dari total 45.000 orang menjadi 52.000 orang. Proses sertifikasinya sendiri akan dilakukan dalam tiga tahap sepanjang tahun 2022-2023.

Sumber daya manusia yang mendapat pelatihan dan sertifikasi berasal dari 5 pelaku pariwisata yaitu Hotel dan Restoran, SPA, Pramuwisata, BPW dan MICE.

Kedepannya, Kemenparekraf akan beralih melakukan sertifikasi event dan profesi pendukungnya. Dimana, sertifikasi SDM dan promotor, nantinya akan menjadi prasyarat dalam proses tender dan pengiriman lisensi event digital.

“Pengelola wajib memiliki sertifikasi SDM minimal 30% dari tenaga kerjanya. Melalui ketentuan ini, setiap event yang sudah mendapat izin akan diinformasikan seperti yang disampaikan pihak promotor Titik Lestari.

Selain itu, sertifikasi produk dan otoritas juga penting untuk pertumbuhan dan perkembangan ekonomi lokal.

“Agar tidak kebanjiran SDM asing, kita juga harus mengoptimalkan SDM lokal yang ada di masing-masing negara. Sehingga ke depan kita bisa meningkatkan dan menumbuhkan perekonomian lokal, dan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut terlibat. dan menikmati peristiwa yang terjadi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *