Maret 3, 2024

REPUBLIKA.CO.ID,¬†JAKARTA — Dampak perubahan iklim semakin nyata di sekitar kita, termasuk yang kini diperkirakan berupa musim kemarau yang lebih panjang yang diikuti dengan memburuknya kualitas udara dan peningkatan panas yang signifikan belakangan ini.

Bahkan, menurut laporan ‘Krisis Iklim Adalah Krisis Hak Anak: Memperkenalkan Indeks Risiko Iklim Anak’, Indonesia menduduki peringkat ke-46 sebagai negara dengan risiko tinggi terkena krisis iklim di pusat anak-anak. Oleh karena itu, tidak heran jika saat ini kita sering melihat anak-anak mudah tertular berbagai penyakit yang berhubungan dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) seperti batuk, demam, pilek dan peradangan.

Informasi tersebut diperkuat dengan data surveilans penyakit Kementerian Kesehatan RI pada Agustus 2023 yang menunjukkan telah terjadi peningkatan kasus ISPA hingga 200.000 laporan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit di Jabodetabek, dan diperkirakan akan meningkat. melanjutkan. meningkat hingga akhir tahun.

Meningkatnya risiko akibat dampak perubahan iklim menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua, khususnya para ibu. Menanggapi dampak berbahaya perubahan iklim terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, Nestlé Dancow menghimbau para ibu untuk memastikan bahwa anak tercinta selalu terlindungi dengan mempromosikan penelitian indah mereka. Yuk, simak rekomendasi yang disampaikan dalam siaran persnya, Rabu (6/12/2023) di bawah ini.

1. Makanan bayi

Pastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi dengan nutrisi yang tepat didukung dengan asupan air putih, dan susu dengan protein kaya kalsium, untuk menjamin perlindungan terbaik bagi anak Anda dari serangan penyakit.

Siapkan pakaian tambahan seperti topi, jaket, payung atau jas hujan. Penting untuk berhati-hati jika cuaca panas atau hujan saat anak Anda bermain di luar untuk melindungi sistem kekebalannya. Para ibu selalu bisa menyiapkan masker untuk anaknya agar terhindar dari bahaya polusi udara.

2. Waktu permainan

Batasi waktu dan lamanya anak bermain di luar untuk menghindari paparan sinar UV pada cuaca panas belakangan ini. Ibu bisa menggunakan tabir surya sebagai perlindungan pada anak. Kemudian pada sore hari, waktu yang disarankan bagi anak tercinta untuk bermain di alam terbuka karena biasanya udara sejuk akibat matinya AC. .

3. Waktu istirahat

Tentukan waktu istirahat dan pastikan anak tetap terjaga kebersihannya dengan membiasakan rutin mencuci tangan dan kaki saat masuk rumah setelah bermain di luar agar terhindar dari berbagai penyakit saat melakukan penelitian, terutama di luar ruangan di masa perubahan iklim saat ini.

4. Periksa ramalan cuaca

Memantau prakiraan cuaca dan kualitas udara harian untuk memperkirakan risiko cuaca dan polusi saat anak-anak bermain di luar, atau saat mereka berencana pergi keluar bersama keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *