Februari 25, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Deel, sebuah platform SDM untuk tim manajemen global, telah merilis laporan penelitian ekspansi dan rekrutmen global untuk memahami tantangan yang dihadapi bisnis yang beroperasi di Indonesia ketika berencana melakukan ekspansi ke pasar luar negeri.

Riset yang dilakukan Rakuten Insight ini mewawancarai 900 merchant asal Singapura, Malaysia, dan Indonesia dengan 300 merchant dari masing-masing negara. Penelitian ini mengkaji pentingnya pemain dalam melakukan ekspansi melalui pasar domestik, tantangan yang mereka hadapi, dan strategi yang mereka terapkan selama ekspansi.

Grace Bunardi, Indonesia Business Lead, Make, mengatakan Make melihat perusahaan-perusahaan di Indonesia ingin berekspansi secara global. 77 persen perusahaan di Indonesia telah mencoba melakukan ekspansi ke lebih dari satu negara, dan 91 persen perusahaan di Indonesia berencana melakukan ekspansi ke luar negeri dalam lima tahun ke depan.

“Mereka sekarang akan berekspansi ke Asia Selatan, sekitar 67 persen dan 32 persen ke Asia Utara.32 “Berkat dimulainya Kesepakatan, survei “Kerjasama dan Ekspansi Global” mengatakan. Pada Rabu (29/11/2023).

Berikut 5 prediksi Fac tentang lanskap ketenagakerjaan Indonesia pada tahun 2024:

– Data 1: strategi ekspansi pertumbuhan global

91 persen responden mengatakan mereka secara aktif mengupayakan pembangunan internasional. Peran ini tentunya didukung oleh dana investasi, dimana para pelaku usaha ini menyediakan modal investasi sekitar US$1,4 juta untuk ekspansi ke luar negeri. Asia Tenggara dan Asia Utara merupakan wilayah target ekspansi yang populer.

Prediksi 2: Strategi tenaga kerja global untuk menerapkan pembelajaran berkelanjutan.

91 persen pelaku bisnis di Indonesia mengatakan bahwa mempekerjakan tenaga kerja global dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan unggul karyawan lokal dalam organisasi. Risalah tersebut memperkirakan bahwa para pemimpin dunia usaha di Indonesia akan mempertimbangkan kemungkinan berkolaborasi dengan kekuatan global untuk mentransfer keterampilan lokal melalui keterampilan.

Prediksi 3, utamakan pengalaman karyawan

Pada tahun 2024, banyak perusahaan akan mulai memprioritaskan pengalaman karyawan (EX) sebagai pendekatan untuk mempertahankan karyawan. Hal ini mencakup lebih banyak manfaat bagi karyawan, mengidentifikasi masalah karyawan, berinvestasi dalam teknologi, dan menyediakan peralatan yang lebih baik untuk mengurangi waktu henti karyawan.

Organisasi juga dapat memberikan kebebasan kepada karyawan untuk terlibat dalam aktivitas sosial pilihan mereka; Mendorong minat mempelajari keterampilan lain, sekaligus fokus pada peningkatan kemampuan bekerja sehari-hari, melalui pengurangan waktu pertemuan dan jam kerja yang lebih fokus.

Prediksi 4: Optimasi Kecerdasan Buatan (AI) dan derivasi ke otomatisasi

Minat terhadap otomatisasi proses SDM akan terus tumbuh, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kemampuan operasional organisasi yang memfasilitasi proses HR yang berulang dengan bantuan AI, mulai dari orientasi karyawan hingga proses manajemen tenaga kerja modern.

-Prediksi 5: Revolusi mobilitas dunia dan perilaku kembali ke kantor (RTO).

Gerakan global sedang berubah, beralih dari pendekatan konvensional ke pemberdayaan pekerja untuk memungkinkan kerja jarak jauh. Perubahan ini didorong oleh meningkatnya jumlah karyawan yang paham teknologi, sehingga relokasi karyawan menjadi lebih efisien dan hemat biaya. Beberapa laporan menyarankan adanya kebutuhan untuk menyesuaikan RTO dan kebijakan terkait lainnya, terutama karena aktivitas sehari-hari dan biaya perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *