Februari 26, 2024

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para dokter yang bekerja di Gaza yang terkepung pada Senin (4/12/2023) melaporkan pesatnya penyebaran beberapa penyakit menular di wilayah tersebut. Penyebaran penyakit ini disebabkan oleh kepadatan penduduk warga sipil yang mengungsi akibat serangan Israel.

Para dokter yang bekerja di Rumah Sakit Khan Younis Nasir di selatan Kota Gaza mengatakan kepada situs media Inggris The Independent bahwa kekurangan vaksin penting untuk bayi baru lahir mempercepat penyebaran penyakit ini di rumah sakit.

Selain penyakit menular, mereka harus berjuang menghadapi orang-orang yang terluka dan tewas akibat serangan Israel yang gencar Asem Mohammed mengatakan kepadatan yang berlebihan menciptakan kondisi yang memperburuk penyebaran penyakit menular dan kurangnya peralatan medis serta terbatasnya akses terhadap air bersih.

Dia mengatakan rumah sakit itu penuh dengan penyakit menular seperti infeksi jamur, infeksi kulit, pneumonia, dan masalah epidemiologi.

Dokter lainnya, Yosef Adnan, mengatakan mereka merawat ribuan orang setiap hari karena terbatasnya akses terhadap air bersih dan menggambarkan kondisi rumah sakit tersebut seperti bencana.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui media sosialnya mengisyaratkan situasi yang memprihatinkan akibat konflik yang sedang berlangsung dan ledakan besar-besaran di Gaza.

“Kemarin tim kami mengunjungi Rumah Sakit Nasser di Selatan (Gaza). Rumah sakit ini menampung 1.000 pasien, tiga kali lipat dari kapasitasnya. Banyak orang yang mencari suaka memadati setiap sudut rumah sakit.”

Kondisi ini sangat tidak pantas, tidak terbayangkan dalam pemberian pelayanan kesehatan. Kami tidak dapat menemukan kata-kata yang cukup kuat untuk mengungkapkan keprihatinan kami atas apa yang kami lihat,” ujarnya.

Jadi dia meminta untuk melanggar gencatan senjata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *