Februari 28, 2024

LONDON – Penggantian ban kerap dilakukan pemilik sepeda motor dengan cara menjaga ketinggiannya atau menaikkan atau menurunkannya. Namun penggantian ban seringkali mengabaikan ukuran yang tepat.

Seperti yang Anda ketahui, ukuran ban sepeda motor saat ini berbeda-beda, khususnya sepeda motor matic. Dulunya sepeda motor matic menggunakan velg berukuran 14 inci, namun kini tersedia berbagai ukuran seperti 12, 13, dan 16 inci.

Ukuran ban yang digunakan standar pabrik juga berbeda-beda, sehingga pemilik sepeda motor harus mewaspadainya. Pasalnya, ada dampak buruk yang bisa terjadi jika Anda mengganti ban sepeda motor di bawah standar.

“Kalau bannya kurang standar, biasanya kurang stabil dalam pemakaian sehari-hari, apalagi bagian depan kecilnya sudah diganti. Kalau kebesaran pasti ada efek buruknya, jadi agak susah ditariknya, ” Mekanik Planet Ban Amin. kepada MNC.

Namun, Amin mengatakan penggantian ban bisa dilakukan dengan ukuran lebih kecil atau lebih besar. Namun ukurannya tidak boleh menyimpang dari standar industri untuk menjamin keamanan.

“Kalau diperbesar, kalau ukurannya normal atau mendekati ukuran aslinya masih aman. Kalau tidak berlebihan, misalnya 90/90 diberi level 120/90, itu terlalu berlebihan. sebenarnya berbahaya,” katanya.

Sementara itu, Amin mengatakan, efek samping penggunaan ban yang lebih besar dari ukuran normal bisa berdampak pada bagian lain. Ada bobot untuk menggerakkan roda depan dan belakang.

“Jika ban terlalu besar dari ukuran standar sepeda motor matic maka akan menyentuh v-belt. Sedangkan pada sepeda motor, rantai akan cepat kendor karena sulit ditarik.”

Dampak negatif lain dari penggunaan ban yang terlalu besar adalah konsumsi bahan bakar. Pasalnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan tenaga yang dibutuhkan sehingga bahan bakar yang dibutuhkan lebih banyak.

“Kalau soal konsumsi bahan bakar, ban yang terlalu besar bisa sangat boros. Karena menariknya sulit. “Pada sepeda motor matic, jika roda terlalu besar dapat mengganggu CVT yang cenderung selip karena beratnya beban.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *