Februari 28, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Dokter Spesialis Mata Dr. Menurut Sesaria Rizky Kumalasari, Sp.M, penderita diabetes bisa terkena retinopati diabetik jika tidak menjaga kesehatan dengan baik dan memiliki masalah lain seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan sering menghadapi masalah. hiperglikemia.

Pada awalnya, retinopati diabetik tidak menimbulkan gejala serius, kata Sesaria. Gejala-gejala seperti penglihatan kabur, pandangan kabur, perubahan warna, dan kebutaan hanya muncul ketika retinopati diabetik sudah lebih parah.

Oleh karena itu, Sesaria mengatakan audit keuangan sebaiknya dilakukan secara berkala.

Oleh karena itu, pemeriksaan fundus tahunan sangat penting bagi penderita diabetes untuk mendeteksi retinopati diabetik sejak dini, kata Sesaria, dilansir Antara.

Retinopati diabetik adalah komplikasi yang menyerang penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Untuk mencegah atau mencegah terjadinya komplikasi seperti retinopati diabetik, pasien disarankan untuk rutin memeriksakan kesehatannya seperti kadar gula darah, fungsi ginjal, dan memeriksa kondisi kaki.

Untuk kaki, USG Doppler dapat dilakukan pada pasien yang mengalami nyeri pada kaki, serta mencegah penyakit lain atau diabetes yang dapat berujung pada amputasi.

Selain itu, penderita diabetes juga sebaiknya mendapat perawatan medis dan menjaga kebugaran jasmani serta berolahraga di bawah pengawasan dokter. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang sehat berusia 18-64 tahun untuk melakukan aktivitas fisik 150 menit per minggu. Hal ini juga berlaku pada penyakit diabetes atau kencing manis.

Spesialis kedokteran olahraga Dr Grace Joselini Corlesa, Sp. Menurut K.O, olahraga dapat membantu menurunkan berat badan, mencegah kelebihan berat badan atau obesitas, dan membantu mengontrol gula darah.

“Saat berolahraga, otot membutuhkan lebih banyak gula sebagai energi. Hal ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin,” kata dokter yang bekerja di Sport Medicine Injury and Recovery Center RS ​​Pondok Indah-Bintaro Jaya ini. .

Olahraga juga dapat mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan mood, tambah Grace. Ini berdampak positif pada kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Namun penderita diabetes memerlukan beberapa hal saat berolahraga sehingga disarankan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Di sisi lain, pasien harus memastikan kadar gula darahnya tetap tinggi selama berolahraga, melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum berolahraga, serta memastikan minum cukup air dan tidak memaksakan diri saat sangat lemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *