Februari 28, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Kedutaan Besar Swedia di Indonesia dan Bisnis Swedia kembali menjadi tuan rumah konferensi Kemitraan Berkelanjutan Swedia-Indonesia (SISP) pada 6-8 Desember 2024. Ini merupakan konferensi SISP yang keempat sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2020.

Dalam Kemitraan Berkelanjutan antara Swedia dan Indonesia, telah ditandatangani empat nota kesepahaman (MOU) di berbagai sektor, mulai dari energi berkelanjutan dan transportasi hingga distribusi air bersih.

Menurut Kedutaan Besar Swedia, SISP tahun ini fokus pada empat tema utama, yakni transportasi, energi, kesehatan, dan pertambangan.

“Kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Swedia sangat penting untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan,” kata Duta Besar Swedia Daniel Blockert di SISP di Ayana Midplaza di Jakarta, Jumat (8/12/2023).

“Dengan kerja sama yang erat, kita dapat menuju masa transisi ekologi yang akan merangsang pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekologi,” ujarnya.

Komisaris Perdagangan Swedia untuk Indonesia, Erik Odar, juga turut serta dalam forum tersebut. Ia berkata: “Swedia berkomitmen untuk memberikan solusi canggih untuk mendukung upaya transisi hijau di Indonesia. SISP berfungsi sebagai platform ideal untuk memperkuat kemitraan bisnis berkelanjutan antara Swedia dan Indonesia. Sekilas tentang kemitraan berkelanjutan antara Swedia dan Indonesia

SISP merupakan platform dialog lintas negara untuk membangun kerja sama antara Swedia dan Indonesia guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Agenda Pembangunan Berkelanjutan (TPN) 2030.

Konferensi SISP berfungsi sebagai forum bagi para pemimpin dari pemerintah, akademisi dan sektor swasta untuk bertemu dan bertukar pengalaman lintas sektor mengenai topik keberlanjutan.

Upacara pembukaan SISP pertama ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Swedia dan Indonesia pada tahun 2020.

SISP kini menjadi platform yang membawa solusi dan kolaborasi berkelanjutan ke arah yang positif.

Sebelumnya, Menteri Penanaman Modal/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan investor asing harus bersabar untuk mengarahkan investasinya ke IKN. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini tengah memprioritaskan investor lokal untuk masuk ke proyek ibu kota baru.

“Bukannya (investor asing) tidak datang. Kita tidak boleh lupa bahwa masyarakat sudah datang, namun perintah Presiden untuk Klaster A mengutamakan pengusaha lokal. Kursi premium harusnya dikuasai oleh anak negara sendiri,” ujarnya. kata Menteri Investasi Kartini Hall, Jakarta, Kamis (7/12/2023).

Bahlil mengatakan, sejumlah perusahaan asal Timur Tengah dan Asia Tengah mengantre untuk berinvestasi di IKN. Rencananya, mereka bisa mulai masuk setelah upacara kemeriahan pada 17 Agustus 2024.

“Negaranya dari Uni Emirat Arab, China, Korea. Mereka akan melanjutkan ke tahap kedua setelah tahap pertama selesai, setelah upacara kami pada tanggal 17 Agustus. Tapi lahannya sudah dibersihkan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Otoritas IKN, minat investasi IKN hingga November 2023 telah menarik 305 persen Letter of Intent/LoI, baik dalam maupun luar negeri. Investornya ada 21 orang dengan nilai investasi Rp 35 triliun.

Agung Wichaksono, Deputi Bidang Keuangan dan Investasi IKN, membahas perkembangan investasi di nusantara. Dengan 305 LoI yang diterbitkan kepada Otoritas IKN, terdapat 172 perusahaan nasional/daerah yang berminat pada proyek IKN. Namun, setidaknya ada 133 perusahaan asing yang juga menyatakan minatnya.

“Dari 305 LoI yang diterima badan IKN, kami telah melakukan proses due diligence dengan review dan prioritisasi dimana tidak hanya perusahaan lokal tetapi juga berbagai perusahaan asing yang bermitra dengan perusahaan lokal,” kata Agung beberapa waktu lalu. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *