Maret 3, 2024

kabarbin.com – Kekerasan seksual di Indonesia merupakan masalah serius yang menimpa banyak orang dan komunitas. Kekerasan seksual melibatkan pemaksaan atau pelecehan terhadap orang lain tanpa persetujuan.

Hal ini terjadi di berbagai lingkungan, termasuk rumah, pekerjaan, pendidikan, dan aktivitas sosial. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai kekerasan seksual di Indonesia:

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani kekerasan seksual adalah banyaknya kasus yang tidak dilaporkan. Hal ini mungkin disebabkan oleh stigma, ketakutan, kurangnya dukungan dari masyarakat, atau karena hubungan pelaku atau kedekatan dengan korban. Akibatnya, penerimaan mungkin tidak mencerminkan sejauh mana masalahnya.

Indonesia memiliki undang-undang untuk mencegah kekerasan seksual, seperti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 yang mengubah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pembentukan Undang-Undang Negara. 23 Tahun 2002. Tentang perlindungan anak.

Namun, penerapan undang-undang ini seringkali menimbulkan masalah, termasuk kurangnya keteraturan dan hukuman yang tidak memadai bagi pelanggarnya. Justitia Avila Veda mendirikan KAKG

Inilah salah satu alasan Justitia Avila Veda membentuk kelompok untuk membantu para korban. Selain itu, Justitia juga disalahgunakan.

Berdasarkan keprihatinan dan latar belakangnya sebagai pengacara, ia mendirikan program KAKG (Kelompok Advokasi Keadilan Seksual) yang memungkinkan korban lain mendapatkan bantuan hukum.

Melalui kampanye media sosial, banyak pengacara yang tertarik menjalankan program self-starter. Program pengembangan tersebut meliputi program yang diberi nama “Bantuan Teknis Bagi Korban Kekerasan Seksual”.

Justice percaya bahwa dukungan yang memadai harus diberikan kepada korban kekerasan seksual. Dukungan ini meliputi dukungan fisik dan emosional, dukungan hukum, serta dukungan sosial dan emosional.

Upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan seksual juga penting. Kesadaran, pendidikan dan pelatihan dapat membantu mengubah sikap dan perilaku yang mendukung kekerasan seksual. Bantuan untuk para korban

Menurutnya, kekerasan seksual merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian dan upaya pemerintah, masyarakat sipil, dan masyarakat.

Dukungan terhadap korban, mendorong pelaporan dan meningkatkan kesadaran akan isu ini merupakan langkah-langkah penting dalam memerangi kekerasan seksual di Indonesia.

Atas kerja advokasinya, Justia Avila Veda menerima SATU Indonesia Award pada tahun 2022 bersama beberapa advokat lainnya.

Pada tahun 2022, SATU Indonesia memberikan 565 penghargaan (87 pemenang penghargaan dan 478 pemenang regional). Selain itu, terdapat 170 desa Berseri Astra dan 1.060 desa Astra.

Baca beberapa artikel edukasi menarik di tautan ini. Denmark mengesahkan undang-undang yang melarang pembakaran Alquran Denmark mengesahkan undang-undang yang melarang pembakaran Alquran Kamis, 7 Desember 2023. kabarbin.com.co.id 10 Desember 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *