Februari 26, 2024

Liputan6.com, Jakarta – LG Electronics Indonesia memiliki dua pabrik (pabrik di Cibitung, Bekasi dan Legok, Tangerang) yang tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga mengekspor ke negara-negara di Asia, Eropa, Australia, dan Amerika.

“Sejak awal beroperasi di Indonesia, LG telah melakukan investasi lokal dan terus mengembangkannya seiring pertumbuhan perusahaan, menjadi bagian dari visi kami,” kata Jung Jaehoon, Presiden Pabrik LG Electronics Indonesia di Tangerang dalam kampanye Good Day of Life . . acara, kata Senin (4/12/2023).

Terkait perkembangan perusahaan, menurut Jaehoon, salah satunya juga terkait dengan penyediaan produk tidak hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tapi juga untuk keperluan ekspor.

Bahkan, saat ini tercatat kumulatif ekspor fasilitas manufaktur LG di Indonesia mencapai 80% dalam 10 tahun terakhir, tambahnya.

Pabrik LG yang berlokasi di Cibitung merupakan basis manufaktur produk televisi, display, dan produk digital signage.

Sedangkan pabrik LG yang berlokasi di Legok, Tangerang digunakan untuk produksi lemari es, mesin cuci, dan pendingin ruangan (AC).

“Kami tidak hanya memperbanyak variasi produk yang kami produksi, namun kami juga menggandeng upaya peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN. Ini niat kami untuk terus mendukung kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk TKDN,” kata dia. presiden LG Electronics Indonesia untuk Pabrik Cibitung, Park Kunjik.

Pertengahan tahun ini, LG bahkan meresmikan pengoperasian pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia. Build merupakan ajang untuk menguji berbagai inovasi terbaru LG sebagai bagian dari pengembangan TV untuk pasar global.

Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja dan Pekerjaan Sosial Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknologi Universitas Indonesia (UP2M DTE FTUI) baru-baru ini melakukan pengujian terhadap listrik AC baru LG DUALCOOL Eco.

Tes dipimpin oleh Kepala UP2M DTE FTUI, Dr.-Ing. Budi Sudiarto, ST., MT menunjukkan unit AC inverter terbukti memiliki konsumsi listrik harian sekitar 1,04kWh untuk model dengan kapasitas pendinginan 1/2PK.

Dengan tarif listrik saat ini, konsumsi listrik dihitung dengan harga rata-rata Rp 1.500.

Budi mengatakan, uji coba AC LG ini merupakan contoh baik upaya bertanggung jawab perusahaan dalam memberikan informasi nyata kepada masyarakat.

“Sebagai merek ternama, pengujian ini merupakan contoh baik upaya bertanggung jawab perusahaan dalam memberikan informasi nyata kepada masyarakat,” ujarnya, berbicara, Sabtu (4/11/2023).

Pernyataan di atas mengacu pada maraknya pemasaran berbagai perangkat elektronik, termasuk AC, dengan jargon hemat energi.

“Dengan terus digalakkannya gerakan hemat energi oleh pemerintah, maka diperlukan pengujian oleh industri independen untuk menghindari klaim salah satu kelompok yang membingungkan masyarakat,” kata Budi.

Selain untuk menjaga independensi, ujian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan bereputasi tinggi milik UI dinilai akan lebih memberikan reliabilitas hasilnya.

“LG membangun namanya di atas inovasi dan pengembangan teknologi. Ini bukan sekedar klaim di atas kertas, tapi bisa dibuktikan dengan hasil uji nyata dari perusahaan independen,” ujar Air Solution Product Director LG Electronics Indonesia, Mike Kim.

Untuk mendapatkan statistik penggunaan energi harian yang mencerminkan penggunaan sebenarnya di area tersebut, pengujian dilakukan dalam jangka waktu satu bulan.

Selama keseluruhan pengujian, tim penguji melakukan berbagai skenario dan pemantauan terhadap AC yang ditempatkan di ruangan khusus berdimensi 7,75 meter persegi, yang bekerja 8 jam sehari.

Terkait hasil uji konsumsi daya harian pada LG DUALCOOL New Eco AC, Abhinyano selaku Head of Air-Conditioning Marketing LG Electronics Indonesia mengatakan hal tersebut tidak lepas dari fungsi Watt Management yang dilakukan LG.

Mengaktifkan fitur ini memungkinkan pengguna memilih empat opsi sistem daya AC. Mulai dari 100%, 80%, 60% dan dengan ketersediaan kurang dari 40% kebutuhan listrik normal.

“Fungsi manajemen daya listrik ini memberikan kenyamanan pengguna karena dapat lebih menghemat listrik sesuai kebutuhan tanpa mengorbankan kenyamanan,” kata Abhinyano.

Misalnya, setidaknya penggunaan fungsi ini untuk mengurangi tingkat kebutuhan energi listrik akan berguna dalam dua situasi berbeda.

Saat lingkungan sekitar cenderung dingin, seperti pada malam hari atau saat perlu menggunakan lebih banyak perangkat elektronik tanpa harus mematikan AC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *