Februari 26, 2024

Liputan6.com, Jakarta – Kekalahan Manchester United di Premier League dari Newcastle United akhir pekan lalu membuat Paul Scholes geram. Legenda MU itu kemudian bertanya kepada manajer Erik van Hag tentang strategi serangannya terhadap gelandang Bruno Fernandes.

Seperti diketahui, MU tampil buruk saat bertandang ke St James’ Park Stadium. Gol Anthony Gordon di awal babak kedua membuat Setan Merah tertinggal 0-1.

Tak hanya kalah, permainan MU pun terbilang buruk di mata pihak sekolah. Bruno Fernandes akan menjadi pusat perhatian. Pemain asal Portugal itu tidak aktif untuk Newcastle vs MU.

Sekolah membuat kesalahan dalam catatan Bruno Fernandes. Mantan pemain Sampdoria itu bernomor punggung 10. Menurut Shola, Fernandes sangat fit dan bisa memberikan kontribusi besar di peringkat 10.

Sekolah kemudian mempertanyakan mengapa Ten Hag akan menggantikan Bruno Fernandes di No 10 ketika MU dikalahkan oleh Huxtle United.

“Bruno adalah pemain lain (yang bermain buruk). “Dengar, dia punya kemampuan luar biasa, dia bisa mencetak gol dan menciptakan gol, tapi saya ingin berada di ruangan sebelum pertandingan dan melihat apa yang diminta manajer.”

“Posisi apa yang diminta Bruno untuk dimainkan? Menurut Anda di mana dia berada di lapangan sepak bola? Saya melihatnya sebagai pemain nomor 10, yang merupakan posisi terbaik karena dia bisa mengoper dan mencetak gol.”

“Di mana dia pada malam hari? Dia tidak pernah seperti itu. Saya melihatnya di kiri, kanan, terkadang Manchester adalah pemain terhebat di Inggris. Saya pikir ini bukan tim yang sehat. Dia merusak performa dan merusaknya. Kami tidak tahu apa yang bisa dilakukan manajer padanya,” kata Schol. .

Ten Hag kerap mengubah situasi bermain Bruno Fernandes. Meskipun awalnya seorang gelandang serang, Ten Hag telah diganti beberapa kali untuk memungkinkan pemain muda Portugal itu berkembang di sayap.

MU juga punya masalah sayap. Anthony tidak pernah menemukan permainan terbaiknya. Sedangkan Jadon sudah absen sejak September lalu akibat perseteruannya dengan Sancho Ten Hag.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *