Februari 27, 2024

kabarbin.com TECHNO – Penyedia layanan streaming musik Spotify baru saja mengumumkan akan memberhentikan 1.500 karyawannya atau sekitar 17% tenaga kerjanya.

Daniel Elk, pendiri dan CEO Spotify Global, mengatakan perusahaannya memanfaatkan situasi ekonomi pada tahun 2020-2021 untuk mempekerjakan lebih banyak karyawan, namun Spotify tidak mengambil tindakan yang cukup untuk membenarkan perekrutan tersebut.

“Saya menyadari hal ini akan berdampak pada banyak individu yang telah memberikan kontribusi berharga,” tulisnya di blog perusahaan. “Sejujurnya, banyak orang cerdas, berbakat, dan pekerja keras yang akan meninggalkan kita,” imbuhnya, dilansir Financial Times, Rabu 6 Desember 2023.

Karyawan yang terkena dampak pemotongan telah diberitahu awal pekan ini pada hari Senin.

PHK pada bulan Desember ini merupakan yang terbaru dari serangkaian PHK di Spotify tahun ini. Sebelumnya, Spotify juga memulai tahun 2023 dengan memangkas sekitar 200 karyawan pada bulan Januari dan kemudian 600 karyawan lainnya pada bulan Juni.

Setelah PHK pada minggu ini, Spotify ‘hanya’ akan memberhentikan sekitar 7.300 karyawannya. Halaman Berikutnya PHK ini mungkin mengejutkan bagi mereka yang mengikuti pertumbuhan Spotify sepanjang tahun. Spotify mengalahkan perkiraan pertumbuhan pengguna pada kuartal terakhir dan diperkirakan melampaui ekspektasi untuk kuartal keempat tahun ini. Namun, PHK tidak bisa dihindari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *